Page 388 - Perdana Menteri RI Final
P. 388

kali masa kepemimpinannya. Diantara sejumlah   Lebih dari itu, Ia mendidik anaknya—yang                                ENDNOTES
                           pencapaiannya itu, Ali Sastroamidjojo memiliki   sempat merasakan kehidupan Eropa—dengan

                           peran penting untuk menempatkan Indonesia      bahasa ibu. Alasannya sederhana, ia melakukan                           1   Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak di Perjalananku,   21  Ali Sastroamidjojo, op, cit., hlm. 338.
                                                                                                                                                     (Jakarta: PT. Kinta, 1974), hlm. 311.
                           dalam percaturan politik dunia.                dekoloniasasi mulai dari keluarga. Kiprah yang                                                                         22  Ali Sastroamidjojo, ibid.
                                                                                                                                                  2   Sebenarnya Ali gamang dalam menetukan pilihan, oleh
                                                                          ditunjukan Ali Sastroamidjojo baik sebagai                                                                             23  Ali Sastroamidjojo, ibid, hlm. 325.
                                                                                                                                                     karenanya ia tetap mengikuti ujian Sekolah Teknik dan
                           Ali Sastroamidjojo dikenal dengan visi         pribadi maupun sebagai politisi dan tokoh bangsa                           HBS. Hasilnya, Ali dinyatakan lulus untuk kedua-duanya.  24  Herbert Feith memberi estimasi angka 2.125 sebagai batas
                                                                                                                                                                                                     minimal, dan dimungkinkan jumlahnya melampaui angka
                           internasionalnya yang sangat kuat yang         menunjukan arti penting seorang putra bangsa                            3   R. Elson, Idea of Indonesia: a history,  (New York:   tersebut antara 4.000 hingga 5.000 pada 1954. Lihat Feith,
                                                                                                                                                     Cambridge University Press, 2009)
                           diperolehnya  dari  pengalaman  hidup  selama   untuk mendunia tanpa kehilangan jati diri ke-                                                                             Decline, hlm. 375. Thomas Lindblad mengindikasikan
                                                                                                                                                  4   Ali Sastroamidjojo, Empat Mahasiswa di Negeri Belanda   besarnya kenaikan yang mencapai 76% ini tidak
                           bersekolah di Leiden, menjadi wakil dalam      Indonesiaannya.                                                            tahun 1927, (Jakarta: Idayu Press, 1977), hlm, 35-7.  menggambarkan kondisi sebenarnya dimana pertumbuhan
                                                                                                                                                                                                     pesat dialami oleh pengusaha pribumi (‘asli’) karena
                           berbagai  usaha    diplomasi   internasional,                                                                          5   Harry A Poeze, Di Negeri Penjajah : Orang Indonesia di   kerancuan dalam konstruksi Ali-Baba. Lindblad, op.cit,
                                                                                                                                                     Negeri Belanda 1600-1950, (Jakarta : KPG bekerja sama
                                                                                                                                                                                                     hlm. 8.
                           representasi Indonesia di Washington, dan                                                                                 dengan KITLV Jakarta, 2014), hlm. 210.
                                                                                                                                                                                                 25  Lihat Hebert Feith, op. cit., hlm. 375.
                           kunjungan-kunjungannya ke berbagai penjuru                                                                             6   Ali Sastroamidjojo, op.cit, (Jakarta: PT. Kinta, 1974), hlm.
                                                                                                                                                     180-1.                                      26  Ali Sastroamidjojo, op. cit., 325.
                           dunia. Selama menjalankan mandat untuk
                                                                                                                                                  7   Herbert Feith, The Decline of Constitutional Democracy in   27  Ali Sastroamidjojo, ibid, hlm. 336.
                           memimpin cabinet, banyak kebijakannya yang                                                                                Indonesia, (Jakarta : Equinox Pub, 2007), hlm. 341.
                                                                                                                                                                                                 28  Penyelenggaraan pemilu lokal yang lebih awal dilaksanakan
                           disandarkan pada pandangan akan peran                                                                                  8   Ali Sastroamidjojo, op. cit, hlm. 313.         di Penyelenggaraan pemilu di Karesidenan Kediri (11 Juli
                                                                                                                                                                                                     1946), Surakarta (10 Desember 1946), dan Kalimantan
                           penting yang harus diambil bangsa Indonesia                                                                            9   Dikutip dari P.N.H. Simanjutak, Kabinet-kabinet Republik   Selatan (1948). Uji Nugroho Winardi, “pengantar”
                                                                                                                                                     Indonesia: dari awal kemerdekaan sampai reformasi, (Jakarta :
                                                                                                                                                                                                     dalam Uji Nugrho Winardi, dkk. Jogja Memilih: Sejarah
                           dalam arus sejarah dunia. Oleh karenanya                                                                                  Djambatan, 2003), hlm. 162.
                                                                                                                                                                                                     Pemilu 1951 dan 1955 di Yogyakarta, (Yogyakarta: Dinas
                           Indonesia kemudian hadir  dalam panggung                                                                               10  Soemitro Djojohadikoesoemo, dalam Thee Kian Wie,   Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, 2018), hlm. 3.
                                                                                                                                                     Pelaku Birkisah, hlm. 20-21, Hebert Feith, The Decline of
                                                                                                                                                                                                 29  Ali Sastroamidjojo, op. cit.,
                           politik internasional sebagai negara yang belum                                                                           Constitutional Democracy in Indonesia, (Jakarta : Equinox
                                                                                                                                                     Pub, 2007), hlm. 371.                       30  Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,
                           lama merdeka namun memiliki semangat kuat                                                                                                                                 (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 330., Badruzzaman
                                                                                                                                                  11  Sjafruddin Prawiranegara, dalam Thee Kian Wie, Pelaku
                           dan kontribusi besar dalam menjaga perdamaian                                                                             Birkisah, hlm. 45.                              Busyairi, Boerhanoeddin Harahap: Pilar demokrasi, (Jakarta:
                                                                                                                                                                                                     Bulan Bintang untuk Panitia Buku Boerhanoeddin
                           dunia, maupun dalam menentang imperialisme.                                                                            12  Bruce Glassburner, “Economic Policy-Making in   Harahap, 1989), hlm. 58., Soegiarso Soerojo, Siapa
                                                                                                                                                     Indonesia, 1956-1957”, dalam Bruce Glassburner.,(ed.) The   Menabur Angin Akan Menuai Badai, (Jakarta : S. Soerojo,
                           Peran  penting  ini  dimainkan  Indonesia  tatkala                                                                        Economy of Indonesia: Selected Readings, (Kuala Lumpur:   1988), hlm. 66,
                                                                                                                                                     Equinox Edition 2007), hlm. 87.
                           dunia sedang dilanda krisis besar akibat Perang                                                                                                                       31  Hebert Feith, op. cit., hlm. 143.
                                                                                                                                                  13  Misalkan lihat dalam J. Thomas Lindblad, “The Importance
                           Dingin.                                                                                                                   of Indonesianisasi during the Transition from the 1930s   32  Abdul Haris Nasution, Tjatatan2 sekitar politik militer
                                                                                                                                                                                                     Indonesia, (Djakarta: Pembimbing, 1955), hlm. 176.
                                                                                                                                                     to the 1960s”, (makalah konferensi) Economic Growth
                                                                                                                                                     and Institutional Change in Indonesia in the 19th and 20th   33  Taufik Abdulah, “Regionalisme dan Sentralisme”, 323.
                           Terlepas dari gagasan maupun kiprahnya yang                                                                               Centuries, Amsterdam, 25-26 February 2002, hlm. 7.
                                                                                                                                                                                                     Terbentuknya RIS dan RI hanya merupakan salah satu
                                                                                                                                                     Artikel ini diterbitkan dengan judul yang sama dalam
                           mendunia, Ali Sastroamidjojo adalah sosok yang                                                                                                                            negara bagian, Menteri Dalam Negeri RI tidak menyetujui
                                                                                                                                                     Itinerario Vol. 26, Issue 3-4 November 2002 , pp. 51-71.   adanya Provinsi Aceh, yang secara otomatis juga berarti
                           tidak pernah kehilangan jati dirinya sebagai                                                                           14  B. Higgins., All the Difference: A Development Economist’s   menolak pengangkatan Daud Buerueh sebagai gubernur.
                                                                                                                                                                                                     Pada masa Kabinet Natsir, Aceh masuk menjadi bagian dari
                                                                                                                                                     Quest. (Montreal: McGill-Queen’s, 1992), hlm. 51.
                           seorang Indonesia. Walaupun menjulang tinggi,                                                                                                                             Provinsi Sumatera Utara.
                                                                                                                                                  15  Howard Dick, “Formation of the nation-state, 1930s–1966”
                           ia tetap memegang akar-akar tradisi. Ketika para                                                                                                                      34  B.J. Boland, The Struggle of Islam in Modern Indonesia,
                                                                                                                                                     dalam Howard Dick, et.al., (eds.), The Emergence of a
                                                                                                                                                                                                     (Dordrecht : Springer Netherlands, 2013), hlm. 74, lihat
                           tokoh berpendapat bahwa peci sebagai identitas                                                                            National Economy: An economic history of Indonesia, 1800–  pula Tim Buku Tempo, Seri Tempo: Daud Beureueh, 2-3.
                                                                                                                                                     2000 (Crows Nest: Asian Studies Association of Australia
                           nasional, namun mulai menanggalkan sarung                                                                                 in association with Allen & Unwin; Honolulu : University   35  B.J. Boland megindikasikan bahwasanya dokumen ini
                                                                                                                                                     of Hawai’i Press, 2002), hlm. 174.              tidak pernah ada, sedangkan Kees Van Dijk menyiratkan
                           karena memandangnya sebagai hal yang kuno, Ali
                                                                                                                                                  16  Hebert Feith, op, cit., hlm. 366.              bahwa dokumen berisi daftar nama tokoh-tokoh Aceh ada.
                           Sastroamidjojo menyatakan ketidaksetujuannya,                                                                                                                             Indikasinya, kegaduhan politik ini sengaja dihembuskan
                                                                                                                                                  17  Hebert Feith, ibid.                            kelompok kiri dari Jakarta. C. van Dijk, ‘Aceh, the rebellion
                           dan menyatakan bahwa sarung juga bagian dari                                                                                                                              of the Islamic scholars’, dalam Rebellion under the Banner of
                                                                                                                                                  18  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 335.
                                                                                                                                                                                                     Islam: The Darul Islam in Indonesia, (Leiden: Brill, 1981).
                           identitas nasional Indonesia juga. Ia dan istrinya                                                                     19  Hebert Feith, op. cit, hlm. 373.
                                                                                                                                                                                                 36  Nazaruddin Sjamsuddin, The Republican Revolt: A Study
                           juga membawa suasana Indonesia di Amerika.                                                                             20  J. Thomas Lindblad, op. cit.,                  of the Acehnese Rebellion (Publisher: Singapore: Inst. of
                           376   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  377
   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393