Page 387 - Perdana Menteri RI Final
P. 387

menampung para peserta konferensi untuk         Ali Sastroamidjojo sebagai wakil Indonesia terus
               mensiasati kekurangan akomodasi. Namun, Ali     berlanjut bahkan setelah ia tidak lagi menjabat

               Sastroamidjojo tidak dapat menerima usulan ini   Perdana Menteri. Ali Sastroamidjojo terlibat
               untuk menampung para pejabat negara undangan    dalam berbagai resolusi perdamaian untuk
               dalam tenda. Oleh karenanya, pemerintah         mengatasi krisis Suez, dan krisis Hongaria.
               mempersiapkan sejumlah hotel, penginapan        Ketika ia menjabat sebagai diplomat PBB, lebih
               dan gedung-gedung di Bandung untuk              banyak lagi masalah-masalah internasional yang
               pelaksanaan konferensi itu. Ali Sastroamidjojo   ia tangani.
               bahkan sempat menolak usulan Sukarno
                                                               Dari pada itu, salah satu usaha paling menarik
               yang  sekitar  sepuluh  hari sebelum konferensi
                                                               pernah    dilakukan   Ali    Sasatroamidjojo
               dimulai melakukan inspeksi terhadap persiapan
                                                               bersama dengan Nehru yang menginisiasi
               penyelenggaraan acara ini, yang menginginkan
                                                               serangkaian usaha untuk mendekatkan Peking
               perubah arsitektural sejumlah bagian bangunan
                                                               dan Washington. Langkah ini diambil untuk
 Ali Sastroamidjojo dalam Konferensi Asia Afrika.
               Gedung Merdeka (semula bernama Concordia)
                                                               meredakan  kekhawatiran  internasional  akan
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia  dan dibuatnya restoran yang besar. Meskipun
                                                               pecahnya krisis dunia yang melibatkan dua
               cukup kecewa, Presiden yang juga arsitek itu
                                                               negara tersebut. Meskipun keduanya boleh
               dapat memahami alasan Perdana Menteri yang
                                                               dibilang tidak terlalu berhasil, usaha ini sangat
               menyatakan tidak cukup waktu dan tidak ada
                                                               patut dihargai. Bagaimana tidak, Indonesia dan
               dana untuk mewujudkan keinginan Sukarno
                                                               India yang keduanya merupakan bekas jajahan
               tersebut.
                                                               berani mengambil langkah-langkah aktif untuk
                                                               memperoleh resolusi atas ketegangan dua negara
               KAA yang dicetuskan Ali Sastroamidjojo menjadi
                                                               besar adidaya.
               momentum bersejarah bagi usaha mewujudkan
               perdamaian dunia ditengah krisis Perang
                                                               PENUTUP
               Dingin waktu itu. Pada sisi lain, kesuksesan
               menyelenggarakan KAA turut mengharumkan         Dua kali, nama Ali Sastroamidjojo tercatat
               nama Indonesia atas komitmennya yang tinggi     sebagai Perdana Menteri pada suatu era ketika
               terhadap terciptanya perdamaian dunia, dan      Indonesia mencari jalan terbaik untuk dapat
               sikap politiknya yang anti penjajahan. KAA      menerapkan sistem demokrasi. Akhir dari masa
               juga menepis keraguan baik yang dirasakan       baktinya  sebagai  Perdana  Menteri  untuk  kali

               oleh para delegasi negara peserta maupun        yang kedua sekaligus menandai transisi penting
               yang mengemuka di dalam negeri, sekaligus       dalam sejarah politik Indonesia yakni lahirnya
               menunjukan betapa bangsa ini bermartabat. Bagi   demokrasi terpimpin. Seperti yang ia sendiri
               Ali Sastroamidjojo sendiri, KAA jalan pembuka   akui, selama dua periode masa kerjanya sebagai
 Penyelenggaraan KAA dianggap sebagai salah   bagi kiprah yang lebih besar seorang putra   Perdana Menteri masih menyisakan sejumlah
 satu prestasi terbesar Perdana Menteri Ali
               bangsa Indonesia dalam memelihara perdamaian    masalah tak terselesaikan terutama terkait dengan
 Sastroamidjojo.
               dunia yang didasarkan pada semangat kebebasan   isu-isu domestik. Meskipun demikian, banyak
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
               dan perjuangan melawan imperialisme. Kiprah     pula prestasi yang berhasil ditorehkan selama dua




 374  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  375
   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392