Page 391 - Perdana Menteri RI Final
P. 391

Southeast Asian Studies, 1985), hlm. 123.  Rakyat Republik Indonesia, ( Jakarta : Tanpa Tahun Terbit,   71  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 177.
 1983), hlm. 198.
 37  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 318.  72  Daniel S Lev, The transition to guided democracy: Indonesian
 52  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 348.  politics, 1957-1959, (Jakarta: Equinox Publishing, 2009),
 38  Remy Madinier, Islam and Politics in Indonesia: The Masyumi
                   hlm. 29.
 Party between Democracy and Integralism, (Singapore: NUS   53  Bruce Glassbuner, op. cit., hlm. 90.
 Press, 2015), hlm. 160.  73  Dikutip sebagaimana aslinya dari Sukarno, “Menjelamatkan
 54  Sekretariat DPR-GR, op. cit., hlm. 197.
                   Republik Proklamasi: tjatatan stenografis dari pidato Presiden
 39  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 319.
 55  Hebert Feith, op. cit., hlm. 474.  Sukarno tgl. 21 Febr. 1957 djam 20.05 di Istana Merdeka”,
 40  Hebert Feith, op. cit., hlm. 350.  (Jakarta: Kementerian Penerangan R. I., 1957) hlm. 9.
 56  Indonesia Sekretariat Negara, 30 tahun Indonesia merdeka,   Ungkapan yang sama diulangi kembali pada hlm. 10.
 41  Tanggal yang ditentukan adalah 29 September 1955 untuk   (Jakarta : Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1986),
 pemilihan anggota DPR, dan 15 Desember 1955 untuk   hlm. 100.  74  Daniel S Lev, op, cit., hlm. 31.
 anggota konstituante.
 57  Korupsi yang dituduhkan kepada Roeslan Abdulgani ini   75  Ali Sastroamidjojo, op, cit., hlm. 311.
 42  Hebert Feith, op. cit., hlm. 369. Posisi walikota Jakarta Raya   dilakukan dengan wakil kepala percetakan negara Lie
               76  Jürgen Dinkel, Bandung 1955 Mengubah “Pejuang
 waktu itu setera dengan jabatan gubernur.  Hok Thay. Meskipun jabatan sebenarnya adalah wakil
                   Kebebasan” Menjadi Negarawan” dalam Wildan
 kepala, namun ia dikatakan mampu mempengaruhi kepala
 43  Sudiro merupakan Gubernur Sulawesi pada periode 1 Juli   Sena Utama, (2017), Konferensi Asia-Afrika 1955: Asal
 percetakan negara Piet de Queljoe.
 1951 – 1953. Soal kebijakan Sudiro dapat dilihat dalam   Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global
 Hebert Feith, The Decline of Constitutional Democracy in   58  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 354-5.  Antiimperialisme, (Tangerang Selatan: Marjin Kiri), hlm.
                   v-vi.
 Indonesia, (Jakarta : Equinox Pub, 2007), hlm. 349. Untuk
 59  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 172.
 kaitannya dengan PNI lihat dalam Hebert Feith, The   77  Wildan Sena Utama, Konferensi Asia-Afrika 1955: Asal
 Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, (Jakarta :   60  Hebert Feith, op. cit., hlm. 491-94.  Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global
 Equinox Pub, 2007), hlm. 267.  Antiimperialisme, (Tangerang Selatan: Marjin Kiri), hlm.
 61  Deliar Noer, Mohammad Hatta: biografi politik, (Jakarta:
                   39.
 44  Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   LP3ES, 1990), hlm. 481-2, lihat juga dalam Mizar Djamily,
 (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 319. Paling tidak tercatat   Mengenal Kabinet RI selama 40 tahun Indonesia merdeka,   78  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 324.
 dua insiden yang cukup menggegerkan yakni ketika pidato   (Jakarta: Kreasi Jaya Utama, 1986), hlm. 101-2. Sergius
 Mr. Hardi (PNI) dianggap menyerang Agama Islam,   Sutanto, Hatta: aku datang karena sejarah, (Bandung:
 dan terbunuhnya seorang tentara yang berusaha meredam   Qanita, 2018), hlm. 13.
 keributan massa saat demonstrasi.
 62  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 174.
 45  Thomas Lindblad mengindikasikan istilah ‘Ali’ terkait
 63  Dalam otobografinya, Ali Sastroamidjojo berusaha
 dengan nama Perdana Menteri saat itu: Ali Sastroamidjojo.
 mendudukan perkara ini secara wajar dengan mengutip
 Sedangkan istilah baba (dari kata Babah atau Wa wa Sze)
 secara langsung surat Hatta, Ali Sastroamidjojo, Tonggak-
 merupakan sebutan bernada derogative (merendahkan) yang
 tonggak Diperjalananku, (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm.
 digunakan oleh orang Tionghoa kelahiran Tiongkok untuk
 368-9.
 menyebut orang Tionghoa yang lahir di Indonesia. Lihat
 dalam Lindblad, “The Importance of Indonesianisasi during   64  Hebert Feith, op. cit., hlm. 524.
 the Transition from the 1930s to the 1960s”, (makalah
 65  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 352.
 konferensi) Economic Growth and Institutional Change in
 Indonesia in the 19th and 20th Centuries, Amsterdam, 25-26
 66  Audrey Kahin, Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra
 February 2002, hlm. 7.
 Barat dan politik Indonesia 1926-1998, (Jakarta: Yayasan
 Obor Indonesia, 1998), hlm. 280-90.
 46  Pencalonannya untuk anggota DPR dari tiga wilayah
 pemilihan yakni Jakarta Raya, Jawa Barat, Sumatera tengah   67  Untuk memahami posisi Pemerintah dan Masyumi dalam
 dan utara. Adapun untuk menjadi anggoa konstituante,
 menyeesaikan persoalan di Sumatra Tengah perlu dipahami
 daerah yang mendukngnya adalah Jawa Timur dan Jawa   pembentukan dan kiprah Divisi Banteng pada masa revolusi
 Barat. Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   1945-1949 lihat dalam Audrey R. Kahin, “West Sumatra:
 (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 339.
 Outpost of the Republic”, dalam Audrey Kahin (ed.),
 Regional dynamics of the Indonesian Revolution: unity from
 47  Hebert Feith, op. cit., hlm. 467.
 diversity, Honolulu : University of Hawaii Press, 1985) hlm.
 48  P.N.H. Simanjutak, Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari   145-168.
 awal kemerdekaan sampai reformasi, (Jakarta: Djambatan,
 68  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 365.
 2003), hlm. 162.
 69  Pejabat di kementrian ini sebelumnya bernama Menteri
 49  Feith, Decline, 469.
 Negara Urusan Bekas Pejuang, yang mulai 30 April 1956
 50  Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   diganti menjadi Menteri Negara Urusan Veteran. P.N.H.
 (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 344; P.N.H. Simanjuntak,   Simanjuntak, Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari awal
 Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari awal kemerdekaan   kemerdekaan sampai reformasi, (Jakarta : Djambatan, 2003),
 sampai reformasi, (Jakarta : Djambatan, 2003), hlm. 162.  hlm. 164.
 51  Sekretariat DPR-GR, Seperempat abad Dewan Perwakilan   70  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 370-1.
 378  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  379
   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396