Page 396 - Perdana Menteri RI Final
P. 396

tersebut. Di Yogyakarta, Burhanuddin indekost   Burhanuddin, Syafruddin Prawiranegara, Jusuf                           menyewa sebuah kost di daerah Cikini 71        Setelah keluar dari BP-KNIP, Burhanuddin
                           di Prabuningratan dalam sebuah rumah           Wibisono, Mohammad Natsir, Mohammad                                     untuk  melihat  kemungkinan  melanjutkan       lalu diangkat sebagai Wakil Ketua dari Kantor

                           besar bersama delapan orang lainnya dengan     Roem dan Sukiman Wirjosandjojo. Burhanuddin,                            sekolah tingginya kembali. Ketika Supomo       Pemilihan  Pusat  (KPP)  mewakili  Partai
                                                                                                                                                                                                          9
                           seorang pembantu yang memasak dan mencuci      Natsir  dan  Sukiman  akan  menjadi  Perdana                            diangkat oleh pemerintahan pendudukan Jepang   Masyumi.  Oleh karenanya, Burhanuddin sudah
                           pakaiannya. Kondisi kehidupannya sangat        Menteri pada tahun 1950an dan Syafruddin dan                            di Jakarta menjadi Menteri Kehakiman, ia       memiliki pengalaman berhadapan dengan
                           mewah untuk anak seusia 19 tahun. Pada         Jusuf akan mendapat jabatan penting dalam hal                           membuka kembali sekolah tinggi kehakiman.      permasalahan pemilu jauh sebelum ia menjadi
                                                                                                  5
                           periode ini, Buhanuddin mulai aktif dalam      ekonomi dan perbankan.  Burhanuddin juga                                Burhanuddin memutuskan untuk melanjutkan       Perdana Menteri pada tahun 1955. Selain aktif di
                           organisasi JIB (Jong Islamieten Bond) tempat   tergabung dalam PPI (Perhimpunan Pelajar-                               sekolah hukumnya dengan menempuh kursus        KPP, ia juga kembali aktif di Gerakan Pemuda
                           dia bertemu Mohammad Roem, Mohammad            Pelajar  Indonesia)  di  Jakarta.   Islam  modernis                     pendidikan kehakiman. Ia memulai karirnya      Islam Indonesia (GPII) dan juga menjadi
                                                                                                     6
                           Natsir, Kasman Singodimedjo serta tokoh utama   di Indonesia, khususnya pada tahun 1950an,                             di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada ini.      anggota Dewan  Pimpinan  Pusat  Masyumi.
                           JIB Haji Agus Salim. JIB yang didirikan pada   akan memiliki wujud Islam kiri atau sosialis.                           Setelah  kapitulasi  Jepang  dan  pernyataan   Ketika Belanda melakukan Agresi Militer

                           tahun 1925 ini merupakan sempalan dari Jong    Pemikiran ini dekat dengan pemikiran orang-                             kemerdekaan, Burhanuddin bergabung dengan      Kedua pada bulan Desember 1948, Burhanuddin
                           Java ketika kongres organisasi tersebut tidak   orang PSI, seperti Sutan Sjahrir atau Sumitro                          laskar dan berperan dalam peperangan gerilya   terpaksa mengungsi. Ia bertemu dengan tokoh-
                           menyetujui penyelenggaraan kursus pengajian    Djojohadikusumo, yang berhaluan sosialisme                              menghadapi  pasukan  Belanda  di  daerah       tokoh Masyumi cabang Yogyakarta seperti
                           Islam. Jong Java merupakan sebuah organisasi   Fabian atau sosialisme sampanye, yaitu sosialisme                       Yogyakarta. Ia menjadi anggota dari BP-KNIP    Zaini Dahlan, Wahid Muhari, dan Sirad, dan
                           yang dekat dengan orang Jawa. Pada tahun 1936,   dari kalangan elit berpendidikan tinggi. Mereka                       pada tahun 1945. Pengangkatan Burhanuddin      bersembunyi di rumah ayah Sirad, seorang lurah
                           Burhanuddin diangkat  sebagai ketua  dari JIB   simpatik terhadap ide-ide sosialis tetapi tetap                        yang pada waktu itu merupakan seorang          di Sidorejo, Godean bernama Haji Abdullah.
                           cabang Yogyakarta.                             berpegang teguh pada pandangan-pandangan                                bujangan berusia 29 tahun dalam BP-KNIP        Rumah Haji Abdullah ini menjadi salah satu
                                                                                                                                                                                            7
                                                                                                                                                  adalah atas permintaan Sukiman Wirjosandjojo ,
                                                                          elitis yang konservatif.                                                                                               markas Angkatan Perang Sabil dan Hizbullah
                           Setelah tiga tahun menempuh pendidikan AMS,                                                                            seorang tokoh Masyumi yang sudah dikenalnya    Sabilllilah.
                                                                                                                                                                                                           10
                           Burhanuddin melanjutkan pendidikannya ke       Kedatangan Jepang ke Indonesia menjadi                                  semenjak periode kolonial. Pada Maret 1946,
                           Rechtshogeschool atau sekolah tinggi hukum                                                                                                                            Disini pula Burhanuddin bertemu dengan Siti
                                                                          babak baru dalam perjalanan hidupnya. Pasca                             KNIP terpaksa pindah dari Jakarta ke Purworejo
                           di Batavia pada tahun 1938. Para periode ini                                                                           sebagai bagian dari perpindahan pemerintahan   Badriyah, puteri kesembilan dari Haji Abdullah.
                                                                          kemenangan Jepang atas Belanda di Indonesia,
                           Burhanuddin juga masuk dan aktif dalam         segala bentuk pendidikan yang dilaksanakan                              RI ke Jawa Tengah. Ia terkenal sebagai seorang   Siti Badriyah lahir pada 15 November 1928
                           SIS (Studenten Islam Studieclub) perkumpulan   pada masa pemerintahan Belanda dihapuskan.                              yang gigih dalam memperjuangkan prinsip-       atau beda sekitar 11 tahun dengan Burhanuddin
                           mahasiswa Indonesia yang tertarik pada isu-    Kebijakan inilah yang memaksa Burhanuddin                               prinsipnya guna mendorong kepentingan umat.    yang lebih tua, ia mengenyam pendidikan di
                           isu keislaman. Pada tahun 1939, Burhanuddin                                                                            Ketika Perdana Menteri Amir Sjarifuddin,       Volksschool Muhammadiyah atau Sekolah
                                                                          menghentikan aktivitas pendidikannya di
                           menjadi sekretaris dari SIS. SIS merupakan                                                                             yang tidak disukai oleh kalangan Masyumi       Ongko-Loro  di  Sidorejo  selama  tiga  tahun.  Ia
                                                                          Sekolah Tinggi Hukum. Pada tahun 1942,
                           sebuah perkumpulan mahasiswa Islam modernis                                                                            dan politikus Muslim lainnya karena berasal    lalu melanjutkan sekolahnya ke Vervolg School
                                                                          Burhanuddin diangkat menjadi jaksa di Jakarta.
                           merupakan bagian dari pergerakan Islam sosialis                                                                        dari golongan kiri, menandatangani perjanjian   di Moyudan selama empat tahun. Semasa
                                                                          Meskipun Burhanuddin tidak bisa melanjutkan
                           di Indonesia. SIS ini banyak dipengaruhi oleh                                                                          Renville, Burhanuddin dan politisi PNI         pendudukan    Jepang   Badriyah   mengikuti
                                                                          sekolah tingginya, ia dan beberapa mahasiswa
                           ide-ide Islam sosialis dari India, khususnya                                                                           Sarmidi    Mangunsarkoro     mendatanginya     pendidikan di Sekolah Keputerian di Godean
                                                                          lainnya yang berasal dari luar pulau Jawa
                           dari Mushir Hosein Kidwei, yang bukunya                                                                                dan memintanya mengundurkan diri dari          selama satu tahun. Setelah penyerahan Jepang, ia
                                                                          berkumpul dalam suatu organisasi yang bertujuan
                           berjudul  Islam dan Sosialisme dipakai oleh                                                                            jabatan Perdana Menteri.  Pada tahun 1947,     diajak oleh kakaknya Zainuddin dan Hamdani
                                                                                                                                                                          8
                                                                          membantu masalah keuangan mahasiswa yang
                           HOS Tjokroaminoto  dalam terbitannya yang                                                                              Burhanuddin mengundurkan diri dari BP-KNIP     untuk masuk dalam Gerakan Pemuda Islam
                                                                          berasal dari luar pulau Jawa.
                           berjudul sama. Pengaruh Tjokroaminoto dan                                                                              sebagai bentuk penolakan atas penandatanganan   Indonesia bagian puteri. Badriyah mengenang
                           ide sosialismenya sangat kuat terhadap hampir   Organisasi ini ia jalankan bersama dengan                              perjanjian Linggajati oleh Perdana Menteri     mengenai    perkenalan    pertama    dengan
                           semua pemikir utama Masyumi, termasuk          Chairul Saleh dan  Sukarni. Mereka  kemudian                            Sutan Sjahrir.                                 Burhanuddin pada sebuah wawancara dengan





                           384   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  385
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401