Page 398 - Perdana Menteri RI Final
P. 398

Badruzzaman Busyairi pada pertengahan          Siti Badriyah tetap setia mendampingi suaminya;                         Hal ini sama dengan pemuka Masyumi lainnya     merupakan ketua fraksi Masyumi di Parlemen.
                           tahun 1980an sebagai berikut: “Saya mengenal   ketika PRRI pecah dan Burhanuddin memasuki                              seperti Syafruddin Prawiranegara ataupun       Karir awal Parlemennya dimulai pada awal

                           almarhum mulanya sebagai pemuda yang terasa    hutan  belantara Sumatera,  Badriyah beserta                            Mohammad Natsir yang sudah punya karir di      Kabinet Wilopo (April 1952–Juli 1953).
                           angkuh. Tidak mau mengajak bicara dengan saya,   anaknya menyusul Burhanuddin ke Palembang.                            pemerintahan sebelum memasuki karir politik    Bersama dengan Prawoto Mangkusasmito dan
                                                                                                                                                                   15
                           dan tidak mau menegor sekalipun berpapasan di   Burhanuddin menjempuntya di lapangan terbang                           pada tahun 1950an.  Burhanuddin mendapatkan    Sidik Djojosukarto dari Fraksi PNI sebagai
                           jalan. Sering terjadi, bila ketemu di jalan dengan   Talang Betutu dan membawa keluarganya untuk                       jabatan penting dalam partai Masyumi sejak     formatur kabinet Wilopo, Burhanuddin sama-
                           saya, ia melengos, pura-pura tidak tahu. Malah   mengungsi di rumah Ibu Sarkowi pada akhir                             tahun 1952 dengan terdaftar sebagai anggota    sama menggarap kisi-kisi program Pemerintah.
                           kalau masih ada kemungkinan untuk membelok     tahun 1950an.                                                           pengurus pusat di partai Masyumi beserta       Sebagai anggota parlemen, ia terkenal sebagai
                           ke jalan lain, ia tidak segan-segan melakukannya,                                                                      Syarifuddin Prawiranegara dan Mohammad         orang yang memiliki posisi moderat, bahkan
                                                                          Burhanuddin melanjutkan pendidikan tinggi
                           sekalipun saya tahu bahwa tindakannya itu                                                                              Roem di bawah pimpinan Mohammad Natsir.        kadang berseberangan dengan posisi-posisi yang
                                                                          di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada
                           sekedar untuk menghindar dari saya saja.                                                                               Pimpinan Masyumi mengalami pergeseran jika     lebih radikal yang dipegang oleh beberapa orang
                                                                                                   14
                                                                          (UGM) pada tahun 1951.  Pada tahun yang
                           Entahlah mengapa ia demikian?” Tetapi rasa                                                                             dibandingkan pada awal pendiriannya di tahun   di Masyumi seperti Mohammad Natsir. Ini
                                                                          sama, ia diangkat sebagai ketua Fraksi dari
                           canggung dari pemuda yang baru berusia tiga                                                                            1945 dengan awal kemerdekaan pada tahun        terlihat dalam diskusi seputar perjanjian aliansi
                                                                          partai Masyumi dan anak pertamanya, Johan
                           puluh tahun ini mencair selama delapan bulan                                                                           1950an. Alasan mengapa terjadi pergeseran      militer Amerika atau Mutual Security Agreement
                                                                          Arifin, lahir di Yogyakarta. Bisa dikatakan
                           pengungsiannya dalam rumah Haji Abdullah                                                                               tersebut terdapat pada Sutan Sjahrir, Perdana   yang menyebabkan jatuhnya kabinet Wilopo
                                                                          bahwa Burhanuddin mengawal karir politiknya
                           di Sidorejo. Pada Desember 1949, Burhanuddin                                                                           Menteri pertama Republik Indonesia. Sjahrir    pada tahun 1952. Walaupun Burhanuddin
                                                                          semenjak bergabung dalam Jong Islamieten
                           Harahap dan Siti Badriyah melakukan upacara                                                                            cenderung menarik pengikutnya untuk menjadi    beranggapan bahwa penandatangan MSA
                                                                          Bond  di  Yogyakarta  pada  tahun 1936,  tetapi
                           pernikahan yang sederhana, walaupun ada                                                                                anggota Kabinet ataupun Pemerintahannya.       harus dihormati karena perjanjian ini telah
                                                                          posisinya sebagai anggota Parlemen semenjak
                           beberapa kalangan keluarga Siti Badriyah yang                                                                          Orang seperti Burhanuddin, Syafruddin dan      ditandatangani negara, ia tetap menekankan
                                                                          terbentuknya Parlemen RIS merupakan awal
                           menolak pernikahan dengan seorang pemuda                                                                               Natsir merupakan golongan intelektual Muslim   pentingnya netralitas dan kebijakan luar
                                                                          dari karirnya dalam parlemen. Bisa dikatakan,
                           Sumatera. Tetapi pernikahan tersebut mendapat                                                                          yang  memiliki simpati terhadap pendekatan     negeri yang bebas aktif. Hal ini berbeda,
                                                                          Burhanuddin merupakan seorang  anggota
                                                                    11
                           persetujuan dari Ayah Mertua, Haji Abdullah.                                                                           sosialis Sjahrir. Sementara itu pimpinan Masyumi   contohnya, dengan sosok seperti Jusuf Wibisono
                                                                          parlemen sejati. Sepanjang awal karirnya di
                                                                                                                                                  lainnya seperti Abikusno Tjokrosujoso, Sukiman   menginginkan kebijakan luar negeri Indonesia
                                                                          KNIP sampai dengan pengunduran dirinya
                           Setelah   ‘pengakuan   kemerdekaan’    oleh
                                                                                                                                                  Wirjosandjojo ataupun Kyai Haji Wachid         yang lebih tegas menekankan aliansi dengan
                                                                          dari MPR semenjak diberlakukannya Konsepsi
                           Belanda  kepada  RIS  pada  akhir  tahun  1949,                                                                        Hasyim cenderung dilupakan oleh Sjahrir.       Amerika  Serikat  daripada  dengan  Uni  Soviet
                                                                          Presiden Sukarno pada tahun 1957, maka
                           Burhanuddin menjadi aktif dalam kegiatan sipil                                                                         Golongan yang dekat dengan Sjahrir ini dikenal   dengan alasan bahwa nilai Pancasila lebih dekat
                                                                          Burhanuddin hampir selalu duduk dalam kursi
                           dan politik dengan menjadi anggota Parlemen
                                                                                                                                                  sebagai grup sosialis agamis Masyumi. Bahkan,   nilai-nilai yang dianut Amerika daripada nilai-
                                                                          parlemen, kadang sebagai anggota, Perdana
                           RIS. Ia bersama Siti Badriyah menyewa rumah                                                                                                                                                     18
                                                                          Menteri ataupun ketua fraksi partai Masyumi.                            Burhanuddin Harahap baru menjadi anggota       nilai yang dianut Uni Soviet.
                           di Juminahan di Yogyakarta dan Burhanuddin                                                                             Masyumi setelah lebih dahulu menjadi anggota
                                                                          Di Parlemen RIS, ia bekerja-sama dengan Natsir
                           terpaksa   melakukan    perjalanan   bolak-                                                                            dari BP KNIP setelah anjuran dari Sukiman      Dari awal, perhatian Burhanuddin banyak
                                                                          dan anggota parlemen lainnya mewujudkan Mosi
                           balik Jakarta-Yogyakarta untuk menghadiri                                                                                           16                                yang tersita pada manajemen pemerintahan.
                                                                          Integral yang menyatukan kembali RIS menjadi                            Wirjosandjojo.  Keaktifannya dalam SIS pada
                                        12
                           sesi parlemen.  Baru pada bulan Mei 1955                                                                                                                              Pada pernyataan di Parlemen di awal Kabinet
                                                                          negara kesatuan Republik Indoneisa.                                     masa mudanya menandakan status elitnya dan
                           keluarganya pindah ke Jakarta untuk menempati                                                                                                                         Wilopo, Burhanuddin menekankan pentingnya
                                                                                                                                                  Harahap memang tidak memiliki hubungan
                           rumah di Jalan Yogya. Menurut Siti Badriyah,                                                                                                                          koordinasi antar-departemen serta penciptaan
                                                                          KARIR AWAL POLITIK PARLEMENTER                                          apapun dengan organisasi massal Muslim.
                           dari sejak awal Burhanuddin menghabiskan                                                                                                                              disiplin terhadap pegawai negeri. Ia juga
                           sebagian besar waktunya untuk masyarakat       Sebelum karir Burhanuddin sebagai pimpinan                              Sejak tahun 1952 sampai 1956, Burhanuddin      mendukung  otonomi daerah yang lebih kuat
                                                                                                                                                                                           17
                           dan umat: “Sebab sejak pernikahan dulu, sudah   Partai Masyumi, ia merupakan seorang yang                              menjadi anggota pusat partai Masyumi.          serta menekankan pentingnya penyederhanaan
                                                     13
                           terlatih ditinggal Bapak lama.”  Meski demikian   sudah punya posisi dalam pemerintahan Indonesia.                     Semenjak   Kabinet   Wilopo,   Burhanuddin     organisasi negara. Banyak tokoh Masyumi



                           386   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  387
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403