Page 394 - Perdana Menteri RI Final
P. 394

BURHANUDDIN HARAHAP:                                                                                                                  banyak  tergabung  dalam  PSI  dan  Masyumi.   AWAL PERJALANAN

                                                                                                                                                  Herbert Feith menyebutkan bahwa jatuhnya
                                                                                                                                                                                                 Burhanuddin Harahap lahir di Medan pada tanggal
            Penyelenggaraan Pemilu                                                                                                                kekuasaan kaum sosial demokrat yang telah      12 Februari 1917. Ia merupakan anak ketiga dari
                                                                                                                                                  Kabinet Wilopo menandakan berakhirnya
                                                                                                                                                                                                 enam bersaudara pasangan Muhammad Yunus
            Nasional Pertama dan                                                                                                                  memimpin Republik semenjak naiknya Kabinet     dan Siti Nurfiah. Muhammad Yunus sang ayah
                                                                                                                                                                          2
                                                                                                                                                  Hatta pada tahun 1949.  Kegagalan kaum
                                                                                                                                                                                                 berasal dari Tapanuli dan merupakan seorang
                                                                                                                                                  professional ini untuk mendapatkan mandat pada
                                                                                                                                                                                                 Mantri Polisi yang bekerja di kantor Kejaksaan
            Pemberantasan Korupsi                                                                                                                 Pemilu tahun 1955 dengan sedikitnya perolehan   Tinggi Sumatera Timur di kota Tanjung Balai.
                                                                                                                                                  kursi  PSI  menandakan  berakhirnya  peranan
                                                                                                                                                  kaum administrator dalam kepemimpinan          Sebagai seorang Mantri Polisi, Muhammad
                                                                                                                                                                                                 Yunus harus berpindah-pindah tempat tinggal
                                                                                                                                                  Indonesia pada era Sukarno. Pada November
                                                                                                                                                                                                 karena urusan dinas. Hal inilah yang membuat
                          “Kemerdekaan       telah    tercapai   dan      menggabungkan diri dengan Jong Islamieten                               1957, bersama dengan Mohammad Natsir dan       Burhanuddin     Harahap    berpindah-pindah
                          kewibawaan Pemerintah tidaklah lagi             Bond. Kenaikan Burhanuddin sebagai Perdana                              Sjafruddin Prawiranegara, serta tokoh-tokoh PSI   sejak kecil mengikuti sang ayah. Burhanuddin
                          berdasarkan ketakutan dari rakyat,              Menteri  disebabkan  karena  kejatuhan  Kabinet                         seperti Sumitro Djojohadikusumo, Burhanuddin   Harahap kemudian memutuskan untuk menetap
                                                                          Ali Sastroamidjojo Pertama dari tuduhan                                 mengungsi ke  Padang  guna  mendeklarasikan
                          akan tetapi ditimbulkan oleh sikap kasih                                                                                                                               di Tanjung Balai dengan menyewa kamar
                                                                          korupsi yang dilontarkan oleh Masyumi dan                               PRRI dan memberontak terhadap Jakarta.
                          sayang dari pemimpin-pemimpin dalam                                                                                                                                    kost semenjak menempuh pendidikan di HIS
                                                                          PSI, khususnya salah satu skandal korupsi                               Masyumi sendiri akhirnya menjadi partai
                                                            1
                          pemerintahan terhadap rakyat”.                                                                                                                                         (Hollands Inlandse School) Bagan Siapi-api. Tidak
                                                                          besar pertama dalam sejarah Indonesia dengan                            terlarang pada tahun 1960. Naiknya Ali         semua daerah di Sumatera yang memiliki HIS. 3
                          Burhanuddin Harahap                             melibatkan menteri Menteri Kehakiman Djody                              Sastroamidjojo  sebagai  Perdana   Menteri
                                                                          Gondokusumo. Lahir dari kompromi dan skandal                            setelah  Pemilu  1955  merupakan  referendum   Selepas menempuh pendidikan di HIS,
                           PENGANTAR                                      korupsi, Burhanuddin bertekad untuk memberi                             rakyat Indonesia yang menempatkan semangat     Burhanuddin melanjutkan pendidikan ke
                                                                          marka positif kepada kabinet interimnya yang                            nasionalisme di atas profesionalisme. Kita bisa   jenjang selanjutnya di MULO (Meer Uitgebreid
                           Burhanuddin Harahap merupakan Perdana
                                                                          singkat itu di dalam sejarah Republik. Sosok                            menilai sekarang betapa pentingnya Kabinet dan   Lager Onderwijs) yang berada di Padang
                           Menteri  ke-9  Republik  Indonesia  sejak  sistem
                                                                          Burhanuddin tidak begitu terkenal dibandingkan                          sosok Burhanuddin Harahap pada masa yang       Sidempuan. Hingga kemudian pada tahun 1935,
                           parlementer diberlakukan pada tahun 1945.
                                                                          dengan tokoh sesama Masyumi Mohammad                                    menentukan ini dan menempatkan sumbangsih      Burhanuddin memperoleh kelulusan di MULO
                           Burhanuddin juga merupakan sosok kedua                                                                                 Ia pada tempat yang semestinya. Walau hanya
                                                                          Natsir, yang telah mendedikasikan hidupnya                                                                             dan memulai perjalanannya keluar pulau
                           Batak yang menempati posisi Perdana Menteri                                                                            berjalan selama tujuh bulan, pengaruh kabinet   Sumatera. Burhanuddin hijrah ke Yogyakarta
                                                                          untuk membangun Islam Politik yang sesuai
                           Republik setelah Amir Sjarifuddin. Seorang yang
                                                                          dengan nasionalisme Indonesia dan ideologi                              ini sentral dalam memahami mengapa Indonesia   untuk kemudian bersekolah di AMS A-2
                           kalem, menengah dan tidak begitu ambisius,                                                                             memilih jalan menjauhi demokrasi dibawah                                   4
                                                                          Pancasila, tetapi dibawah kepemimpinannya                                                                              (Algemene Middelbare School).  Ia mengambil
                           Burhanuddin merupakan pilihan kompromistis                                                                             Sukarno dan Suharto sepanjang hampir setengah   jurusan  Westersklassiek  atau  pendidikan  liberal
                                                                          Indonesia membentuk kisi-kisi awal dari Undang
                           antara koalisi Kiri Islam yang diwakili oleh                                                                           abad  dari  kemerdekaannya.  Kegagalan  dalam   Barat. Jurusan ini membuka mata Burhanuddin
                                                                          Undang Anti-Korupsi serta mempersiapkan
                           Masyumi, partai terbesar Indonesia, dan PSI,                                                                           meluncurkan UU Anti Korupsi dan baliknya       terhadap filsafat dan nilai-nilai masyarakat Barat.
                                                                          diri dalam menyelenggarakan Pemilu Nasional
                           partai sosialis dan tempat konsentrasi intelektual                                                                     pengaruh kaum Nasionalis Kiri dibawah Kabinet   Sama seperti koleganya di Masyumi Mohammad
                                                                          pertama yang sukses.
                           Indonesia, dengan Nasionalis Kiri yang diwakili                                                                        Ali Sastroamidjojo II menandakan perpecahan    Natsir, pendidikan ini  membuka pemikiran
                           oleh PNI. Burhanuddin merupakan seorang        Kabinet Burhanuddin dikedepankan sebagai                                mendasar. Kabinet Burhanuddin merupakan        Burhanuddin akan keterbatasan pemikiran Barat
                           sosok politikus Muslim modernis, satu klik     kabinet professional atau zakenkabinet dan dalam                        kabinet terakhir saat partai berhaluan Muslim   itu sendiri dan akan mengarahkannya pada ide-
                           dengan Mohammad Natsir. Dia aktif dalam        banyak hal merupakan referendum terhadap                                modernis mempunyai posisi dominan dalam        ide Islam modernis yang menawarkan alternatif
                           kegiatan siswa Muslim pada tahun 1930an,       posisi kaum intelektual dan administrator yang                          pemerintahan Indonesia hingga masa kini.       terhadap sistem filsafat Barat yang hegemonik





                           382   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  383
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399