Page 383 - Perdana Menteri RI Final
P. 383
keladi pertentangan politik. Pengunduran diri Indonesia dihidangkan dan para tetamu Sastroamidjojo dalam mengintegrasikan kembali Irian Barat dalam forum internasional dengan
Ali Sastroamdijojo sekaligus menandai akhir disuguhi pula dengan pertunjukan tari-tarian, Irian Barat kepangkuan ibu pertiwi menunjukan menggunakan isu kolonialisme sebagai akar
dari demokrasi parlementer pada era Sukarno, dan lantunan gamelan, maupun keroncong yang kapasitasnya dalam membaca dinamika politik masalah. Dengan demikian, usaha Indonesia
yang kemudian digantikan dengan sistem diperdengarkan melalui tape recorder. internasional. dalam mengembalikan Irian Barat bukan
demokrasi terpimpin. hanya masalah diplomasi bilateral dua negara,
Pasca selesainya Perang Dunia, Amerika yang Usaha untuk melakukan pengintegrasian
melainkan usaha mengakhiri kekuasaan kolonial
MEMBAWA INDONESIA MENDUNIA: muncul sebagai negara adidaya banyak menarik kembali Irian Barat ke dalam kekuasaan wilayah dan praktik kolonialisme yang saat itu merupakan
LEGASI ALI SASTROAMIDJOJO perhatian khalayak di Indonesia yang ingin Republik Indonesia secepat-cepatnya bukanlah isu penting di seluruh dunia. Ali Sastroamidjojo
mengetahui suasana kehidupan di sana mulai dari agenda yang baru lagi. Kabinet Natsir telah
Sejak sebelum mengabdikan diri sebagai sangat yakin dengan pendekatan politik yang ia
situasi politik, kehidupan muda-mudi, kegiatan mencantumkan bahwa masalah Irian Barat
Perdana Menteri untuk kali yang pertama, tempuh akan mengundang banyak dukungan
akademik, dan dinamika persuratkabaran yang dapat diselesaikan pada tahun 1950. Dua
Ali Sastroamidjojo telah memainkan peran dari negara-negara lain di dunia, terutama yang
tentu saja sangat menarik bagi para wartawan. kabinet selanjutnya juga melakukan hal yang
sebagai suryakanta khalayak umum di Indonesia baru melepaskan diri dari penjajahan. Lebih dari
Ali Sastroamidjojo memberikan pengetahuannya sama, Sukiman ingin ‘memasukan Irian Barat
untuk meneropong kejadian-kejadian yang itu, kepercayaan diri Perdana Menteri bertambah
untuk memenuhi rasa ingin tahu itu, dan ke dalam wilayah Republik Indonesia secepat-
tengah berlangsung di berbagai belahan dunia. saat menghadiri Konferensi Colombo di Sri
untuk menunjukan pula kepentingan maupun cepatnya’, adapun penggantinya, Wilopo, Lanka, empat pemimpin negara yang menjadi
Ali Sastroamidjojo kerap diundang untuk
ketertarikan Amerika terhadap Indonesia. menjanjikan untuk ‘melanjutkan perjuangan
memberikan ceramah-ceramah di hadapan delegasi waktu itu menyampaikan dukungan
untuk memasukan Irian Barat ke dalam wilayah
para pelajar dan mahasiswa, wartawan dan yang disampaikan secara personal kepada Ali
Semenjak itu pulalah, Ali Sastroamidjojo sudah
Republik Indonesia secepatnya’. Dalam hal ini,
berbagai kalangan lainnya untuk membicarakan Sasatroamidjojo.
memperlihatkan kepiawaiannya dalam membaca
persoalan Irian Barat adalah satu dari banyak
situasi aktual dunia internasional. Selain
dan memahami perkembangan situasi dunia, Dalam hal politik luar negeri Indonesia yang
karena pengetahuan global dan pengalaman masalah nasional di mana baik pemerintah
sekaligus menunjukan kuatnya visi internasional menganut bebas aktif, Ali Sastroamidjojo
internasionalnya yang sangat baik, ia adalah duta maupun kelompok oposisi tidak memiliki banyak
yang ia miliki. Selama menjabat sebagai perdana memiliki pandangan yang menarik. Rumusan
besar Indonesia di Washington yang telah terlibat perbedaan. Sehingga program kabinet yang
menteri, Ali Sastroamidjojo kerap mengambil bebas aktif menunjukan Indonesia ingin berlaku
dalam berbagai usaha diplomasi internasional menyangkut pembebasan Irian Barat lumrahnya
langkah-langkah strategis yang memiliki dimensi netral dalam situasi perang dingin, tetapi netral
sejak 1947. akan memperoleh dukungan dari semua pihak.
internasional yang kuat. Oleh karena itu, dalam saja tidak cukup karena akan cenderung pasif
situasi politik Indonesia tahun 1950-an yang Walaupun isu Irian Barat bukalah hal baru,
Tatkala menjabat duta besar, Ali Sastroamidjojo oleh karenanya ditambahkanlah sifat aktif
turut memperkenalkan Indonesia di Amerika. penuh pertentangan, kelompok oposisi sangat hanya saja, pendekatan politik Ali Sastroamidjojo yang menunjukan bahwa Indonesia ingin turut
Di depan bangunan mansion bergaya Eropa sulit mencari celah untuk menyerang kebijakan dalam menangani persoalan ini berlainan dari berkiprah dalam memelihara perdamaian dunia.
yang terletak di embassy row, Massachusetts luar negeri Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. langkah-langkah politik yang sudah pernah Bagi Ali Sastroamidjojo, sifat bebas aktif yang
Avenue no. 2020 yang setelah dibeli pemerintah Ia muncul sebagai figur yang memiliki dilakukan oleh Perdana Menteri sebelumnya. rumusannya telah disetujui sejak 1945 merupakan
Indonesia digunakan sebagai kantor kedutaan pandangan internasional yang luas. Terlepas dari Ali Sastroamidjojo melihat bahwa persoalan suatu kewajaran bagi negara yang merdeka.
Indonesia, Ali Sastroamidjojo dibantu istrinya berbagai masalah domestik yang menghantam Irian Barat bukanlah persoalan internal bangsa Ali Sastroamidjojo lebih menekankan posisi
mendandaninya dengan corak Indonesia. dua pemerintahannya, Ali Sastroamidjojo memiliki Indonesia yang dapat dilokalisir, atau hanya Indonesia dalam gelanggang politik internasional
patung Bali yang semula berada di kedutaan legacy untuk menempatkan Indonesia secara untuk dikaitkan hubungannnya dengan Belanda. sebagai ‘non-aligned’ atau non-blok, rumusan ini
Belanda diperoleh atas bantuan Van Roijen bermartabat dan terhormat dalam kancah politik Persoalan untuk mengembalikan Irian Barat ke menjadi semakin jelas dalam penyelenggaraan
dengan dengan menukarkannya dengan dunia saat itu, dimana negara-negara yang baru pangkuan Republik, bagi Ali Sastroamidjojo, Konferensi Bandung. Istilah ‘non-aligned’ ia
karpet kemudian dipasang. Dalam berbagai saja merdeka sedang mencari peran mereka. adalah persoalan internasional. Strategi Perdana rasa lebih cocok karena titik berat rumusan ini
perjamuan di kantor kedutaan, menu khas Bukan hanya melalui KAA, langkah Ali Menteri dalam hal ini adalah mengangkat kasus ada pada usaha untuk memelihara perdamaian
370 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 371

