Page 154 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 154

akibat demam, beri-beri, dan cacar akan bisa memperoleh  sarana pengobatan dan
                 pertolongan kesehatan yang lebih baik. Hampir semua sektor perlu pembenahan (De
                 Soematra Post, 13 Juli 1909).

                 Dari  laporan  singkat Keresidenan  Riau dan  sekitarnya  selama  bulan  November
                 1908, bisa diketahui bahwa  sebagai akibat banyaknya hujan, kondisi kesehatan pada
                 umumnya  tidak  menguntungkan.  Penduduk banyak  terkena  demam.  Jumlah  kuli
                 yang dirawat di  rumah  sakit milik  perusahaan  perkebunan  dan  pertambangan  di
                 wilayah itu meningkat. Demikian juga jumlah mereka yang meninggal atau pasien
                 yang harus diungsikan meningkat juga. Dari laporan  posthouder di afdeeling Natuna
                 Besar terbukti  bahwa  di sana masih banyak orang yang belum divaksinasi. Oleh
                 karena itu, petugas vaksin dari Tanjung Pinang dikirim ke sana. Beberapa kasus cacar
                 air dengan proses penyembuhan yang baik ditemukan di  ibu kota Penuba. Permukaan
                 air sungai Indragiri dilaporkan sangat tinggi. Ekspor rotan dan hasil hutan lain sangat
                 besar. Tanaman pangan tersedia dalam jumlah memadai. Perawatan dan penanaman
                 kebun dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

                 Perusahaan  timah  Singkep  dalam  laporan  ini  telah    mengekspor  bijih  timah  ke
                 Singapura sebanyak 911 karung yang menghasilkan kira-kira 455 pikul. Oleh instalasi
                 tangki minyak yang berkedudukan di Pulau Sambu telah  diangkut minyak, bensin,
                 residu, dan minyak mentah sebanyak 15.963 ton, 5.592 ton  dan 1862 ton sedangkan
                 yang diangkut dengan kapal  adalah 920 ton, 3999 ton, 596 ton, dan 2045 ton. Dalam
                 laporan  itu disebutkan  bahwa    Sambu Besar  telah  disinggahi  oleh  88 kapal  uap
                 dan 37 perahu layar. Sirkulasi uang di wilayah ini yang terletak di daratan Sumatra
                 berlangsung lancar. Wesel uang yang ada dikuasai oleh Residen Jambi (Het nieuws van
                 den dag voor Nederlandsche Indie,  9 Januari 1909).

                 Dari  laporan  singkat Keresidenan  Riau dan  sekitarnya  selama  Januari  1909 bisa
                 diketahui  bahwa  kondisi  kesehatan  di  Kepulauan  Pulau Tujuh   masih  belum
                 menguntungkan. Muncul kasus beri-beri dan demam dengan dampak mematikan.
                 Diperlukan tindakan dari tenaga pemberi vaksin untuk segera melakukan vaksinasi.
                 Jumlah kuli yang dirawat, yang meninggal, dan yang diungsikan di rumah sakit milik
                 perusahaan perkebunan dan pertambangan banyak  sekali.  Dari  laporan tercatat
                 sebagai berikut.


                 Perusahaan pertambangan terdiri atas
                 a. Oleh perusahaan timah Singkep selama bulan laporan telah diekspor 1181 karung
                   bijih timah ke Singapura yang menghasilkan kira-kira 590 pikul timah.

                 b. Selama bulan laporan oleh instalasi tangki minyak yang berkedudukan di Sambu
                   Besar diangkut dalam bentuk minyak, bensin, residu, dan minyak mentah sebanyak
                   2118 ton, 7805 ton, 264 ton, dan 2362 ton, sedangkan  yang diangkut kapal  adalah
                   1885 ton, 1320 ton, dan  477  ton.






                 Mutiara di Ujung Utara                                                          137
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159