Page 153 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 153
milik Prancis. Disinyalir kapal Rusia itu mengambil batu bara di Sumatra bagian
utara kemudian menunggu di Nebogatof. Kapal Rodjestwenski selamat dari serangan
torpedo Jepang kemudian menunggu serangan balik dari Nebogatof yang akan
mengerahkan banyak kapal perang untuk membalas serangan itu (De Tijd, 13 April
1905).
Rencana pemerintah yang dicanangkan pada 1897 untuk menempatkan aparat
pemerintah Eropa di Pulau Tujuh menurut berita terakhir akan dilaksanakan pada
1908. Di Kepulauan Anambas dan Natuna Utara serta di Kepulauan Natuna Selatan
akan ditempatkan masing-masing seorang posthouder Eropa bersama dengan aparat
kepolisian. Pejabat ini masing-masing diberikan kelengkapan kerja berupa sebuah
kapal layar kecil.
Pemerintah kolonial memandang penting untuk menempatkan aparat Eropa di
kepulauan yang letaknya jauh dari pusat kekuasaan. Yang harus dilakukan pertama-
tama adalah melakukan pelindungan terhadap penduduk Cina dan bumiputra
terhadap pemerasan para kepala dan wakil penguasa sultan. Kemudian, yang tidak
kalah pentingnya adalah pengawasan terhadap campur tangan asing. Tugas ini
dilakukan oleh seorang wakil pemerintah Hindia Belanda.
Tanpa mempertimbangkan jasa-jasa yang berulang kali ditunjukkan oleh posthouder
yang bergaji rendah dan kedudukan yang kurang terhormat. Semua penghargaan
terhadap keberanian pribadi sering dibuktikannya di tengah penduduk. Perilaku
pejabat Eropa ini masih dianggap belum memenuhi standar norma yang berlaku.
Pemerintah juga merasakan hal ini. Dalam Memori Jawaban pada Laporan Sementara
Majelis Rendah tentang anggaran Hindia selama tahun 1908 disampaikan bahwa untuk
sementara orang masih sangat membutuhkan perluasan jumlah korps posthouder di
luar Jawa. Akan tetapi, lama kelamaan usaha dilakukan untuk mengganti mereka
secara perlahan dengan orang-orang yang terdidik dan memiliki kualitas pribadi yang
lebih baik.
Residen Riau, yang di bawahnya langsung terdapat tiga orang posthouder, menjalankan
pemerintahan atas Kepulauan Tambelan. Melalui kepemimpinan yang baik dan
pengawasan yang dilakukan, hal itu dapat memetik manfaat dari tindakan yang
diambilnya. Namun, dalam periode yang berikutnya setidaknya seorang kontrolir
yang berpengalaman harus ditempatkan di Pulau Tujuh. Kepada pejabat ini harus
disediakan sebuah perahu uap yang layak melaut. Tanpa infrastruktur itu mungkin
akan sulit bagi kontrolir untuk menjalankan pemerintahan yang efektif di kepulauan
ini.
KPM (Koninkelijk Paketvaart Maatschappij) dengan persyaratan yang tidak terlalu
memberatkan sebenarnya dapat menyinggahi kepulauan ini. Dengan itu, keuntungan
yang bisa diperoleh adalah selain adanya hubungan pelayaran rutin juga dapat
diekspornya ikan, agar-agar, dan terutama kopra yang selama ini dilakukan di
bawah bendera asing. Selain itu, penduduk Pulau Tujuh yang banyak menderita
136 Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna

