Page 156 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 156
provinsi. Sebagai konsekuensi dari keputusan tersebut, berdasarkan Undang-Undang
Nomor 53 Tahun 1999, wilayah Natuna dijadikan kabupaten dengan dilantiknya Andi
Rivai sebagai bupati pertama Kepulauan Natuna.
Provinsi Kepulauan Riau memiliki beberapa pulau yang berhadapan langsung dengan
negara tetangga. Pulau-pulau yang berhadapan dengan negara tetangga, antara
lain, adalah Pulau Karimun Kecil, Pulau Nongsa, Pulau Plampong, Pulau Iyu Kecil,
Pulau Batu Berhanti, dan Pulau Batu Mandi (D.G. Stibbe en H.J. De Graaff, “Riouw
en Onderhorigheden” dalam Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, tweede deel ‘s
(Gravenhage, Martinus Nijhoff, hlm. 434).
a. Pulau Karimun Kecil merupakan salah satu pulau terdepan yang terletak di Selat
Malaka yang berbatasan dengan Malaysia. Pulau Karimun Kecil ini terletak pada
koordinat 1 9’59” intang utara, 103 23’20” bujur timur yang termasuk dalam
0
0
bagian dari Kepulauan Karimun.
b. Pulau Nongsa merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan Singapura.
Pulau ini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Batam. Pulau ini terletak pada
koordinat 1 12’29 lintang utara dan 104 4’47 bujur timur.
0
0
c. Pulau Pelampong merupakan pulau terdepan yang berbatasan dengan Singapura.
Pulau ini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Batam yang terletak pada
0
0
koordinat 1 7’44” lintang utara dan 103 41’58” bujur timur.
d. Pulau Iyu Kecil merupakan pulau terdepan yang terletak di Selat Malaka yang
berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Pulau ini merupakan bagian dari
wilayah Pemerintahan Kabupaten Karimun dengan koordinat 1 11’30” lintang
0
utara dan 103 21’8” bujur timur.
0
e. Pulau Batu Berhanti merupakan pulau terdepan yang terletak di perbatasan
Indonesia dengan Singapura. Pulau ini merupakan bagian dari Pemerintah Kota
Batam. Pulau ini terletak pada koordinat 1 11’6” lintang utara dan 103 52’57”
0
0
bujur timur.
f. Pulau Batu Mandi terletak di Selat Malaka dan berbatasan dengan Malaysia. Pulau
0
ini merupakan bagian dari wilayah Provinsi Riau dengan koordinat 2 53’11”
0
lintang utara dan 100 34’36” bujur timur.
Karena kondisi semacam itu, kewajiban seluruh warga negara Indonesia untuk
mempertahankan pulau-pulau terluar yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
Segala upaya harus dilakukan untuk mempertahankan pulau-pulau ini yang
merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga dengan
kesadaran yang tinggi, pemerintah tidak lengah agar peristiwa hilangnya Pulau
Sipadan dan Ligitan tidak terulang kembali.
Mutiara di Ujung Utara 139

