Page 160 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 160

BAB IV




                               DINAMIKA NATUNA DI ERA



                                                      KEMERDEKAAN






                 Pada  5 Juli  2019, Kepala  Staf Angkatan  Udara  Republik  Indonesia  meresmikan
                 Monumen Pesawat F-5 Tiger yang merupakan sumbangan Tentara Nasional Indonesia
                 Angkatan Udara kepada Taman lalu Lintas Ade Irma Suryani di Bandung. Maksud
                 dan tujuan sumbangan TNI AU ini adalah agar  monumen itu dapat dijadikan bahan
                 pembelajaran bagi generasi penerus  bangsa  untuk mencintai kedaulatan wilayah
                 Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dunia kedirgantaraan. Peristiwa peresmian
                 itu  dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi 15 tahun sebelumnya yang menggegerkan
                 dunia kedirgantaraan Indonesia. (Tribun News, 5 Juli 2019).

                 Saat itu jet tempur F-16, milik Indonesia yang diresmikan monumennya di Taman
                 Lalu Lintas di Bandung itu, telah berjasa dalam melindungi wilayah kedaulatan udara
                 Negara Republik Indonesia. Pada  3 Juli 2003 F-16 nomor registrasi TS 1603 Fighting
                 Falcon generasi  pertama milik  TNI AU  (1 dari  12 unit dibeli  oleh  pemerintah
                 Indonesia)   yang bermarkas  di Pangkalan  Udara  Utama Iswahyudi  Madiun telah
                 menunjukkan kehebatannya dalam  bertempur  di udara antara TNI AU dan pesawat
                 Angkatan laut Amerika Serikat. Peristiwa duel udara itu terjadi di wilayah udara sekitar
                 Pulau Bawean (sekitar 150 km arah utara Gresik), tepatnya di koordinat 05 48’06.06”
                                                                             0
                                   0
                 lintang selatan dan 112 38’53.9” bujur timur (Kantor Berita Antara, 25 Agustus 2018).
                 Kisah pertempuran  di udara tersebut bermula ketika radar Komando Pertahanan
                 Udara Nasional Markas Besar TNI dan Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional
                 menangkap lima titik yang mencurigakan terbang dalam posisi rapat di sekitar Pulau
                 Bawean. Tidak ada informasi apa pun tentang izin dari pihak asing yang memasuki
                 wilayah  udara  Republik  Indonesia.  Dalam  kondisi  kritis  seperti  ini,  Pangkalan
                 Udara Utama Iswahyudi Madiun menerima perintah untuk menerbangkan pesawat
                 tempurnya menuju ke titik lokasi yang mencurigakan itu. Namun, tak lama kemudian
                 kelima  titik  itu  menghilang  dan  pesawat  tempur  Indonesia  diperintahkan  untuk
                 kembali ke pangkalannya di Madiun. Dua jam kemudian, radar Komando  Pertahanan
                 Udara  Nasional Markas  Besar TNI menangkap manuver  pesawat udara  tanpa
                 identitas kembali. Saat itu juga, datang laporan dari pengatur lalu lintas penerbangan


                 Mutiara di Ujung Utara                                                          143
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165