Page 163 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 163

Peta 16. Wilayah NKRI Berdasarkan TZMKO 1939
                            Sumber : BIG. Asep Karsidi, dkk. 2013, hlm. xviii

                            3 Mei 1938 (Lembaran Negara Nomor 200) pemerintah kolonial menetapkan aturan
                            yang disebut sebagai  Peraturan Lingkungan Laut dan Maritim Teritorial 1939 .

                            Peraturan Lingkup Laut dan Teritorial Maritim itu terdiri atas empat bagian yang
                            terbagi dalam 21 pasal. Peraturan itu  mengatur mekanisme dan prosedur kapal-kapal
                            dan pesawat terbang asing, baik yang bersahabat dengan pemerintah kolonial Belanda
                            maupun  yang tidak. Ditetapkan bahwa wilayah laut yang membentang ke arah laut
                            sampai tiga mil laut dari garis air terendah dari pulau-pulau termasuk dalam wilayah
                            Hindia Belanda. (Het zeegebiet, dat zich zeewaarts uitstrekt tot op een afstand van drie
                            zeemijlen van de laagwaterlijn) (Pasal 1 (1) 1. I TZMKO).


                            Latar belakang diberlakukannya  TZMKO pada  1939 disebabkan oleh  situasi  dan
                            kondisi  sebelumnya.  Dengan dibukanya  Terusan Suez pada  tahun1869, hal  itu
                            menimbulkan  pengaruh  yang sangat besar  terhadap  pola  pelayaran  domestik di
                            Kepulauan Hindia Belanda. Dengan dibukanya Terusan Suez, kapal-kapal di Singapura
                            segera menambah peralatan pada  kapal layar mereka dengan mesin uap atau bahkan
                            mengganti kapal mereka dengan kapal bermesin uap. Sepuluh tahun sejak pembukaan
                            terusan itu, kapal uap yang berlabuh di pelabuhan Singapura meningkat lima kali lipat
                            bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, sedangkan  kapal tradisional yang
                            digerakkan dengan layar menurun seperempatnya (G. Boggaers. 1955. “Singapore
                            and the Opening of the Suez Canal”,dalam  JMBAS,  vol. 28 (I), hlm.139).


                            Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan kapal pengangkut produk agraris dari
                            wilayah Hindia Belanda ke Eropa, beberapa perusahaan Belanda sejak tahun 1870
                            telah melakukan ekspansinya, antara lain SMN (Stoomvaart Maatschappij Nederland)
                            dan  pada  tahun  1873 mulai  beroperasi  di  Hindia  Belanda  RL (Rotterdamsche



              146                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168