Page 167 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 167
ini terjaga dengan baik, sudah menjadi kewajiban negara untuk menjaga batas wilayah
terdepan agar warga negara tidak diganggu atau diancam oleh musuh yang datangnya
dari luar “pagar rumah”. Apabila ditinjau dari lokasinya, Indonesia merupakan negara
yang dikelilingi oleh lautan atau juga dikenal dengan istilah (archipelagic state) yang
tentunya berbeda dengan negara yang tidak memiliki lautan (land locked) dan negara
daratan yang memiliki laut. Masing-masing memiliki karakternya tersendiri.
A.B. Lapian dalam disertasinya (yang diterbitkan dengan judul Orang Laut Bajak Laut
dan Raja Laut (Jakarta: Komunitas Bambu, EFEO, 2009, hlm. 1—4 mengusulkan
digunakannya paradigma baru dalam menelaah Indonesia sebagai negara kepulauan.
Paradigma yang dominan dalam telaah sejarah di Indonesia lebih mementingkan
peristiwa di darat walaupun wilayah Indonesia sebagian besar berupa wilayah laut.
Selanjutnya, A.B. Lapian menilai bahwa penelaahan sejarah Indonesia yang hanya
berfokus pada daratan membawa konsekuensi tersendiri dalam perkembangan
historiografi Indonesia dan selalu cenderung berat sebelah.
Paradigma ini tidak lagi melihat wilayah negara Republik Indonesia sebagai suatu
kesatuan negara yang terdiri atas banyak pulau, tetapi suatu negara kepulauan
(archipelagic state) yang memiliki kesatuan wilayah dalam garis perbatasan yang telah
ditentukan. Bagaimana kondisi perbatasan negara yang bernama Indonesia setelah
diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945? Adakah perubahan
luas wilayah? sangatlah menarik untuk dikaji secara lebih mendalam.
Istilah archipelago berdasarkan etimologinya memiliki makna ‘beberapa laut yang
terdiri atas sejumlah pulau (a numerous islands) dan sekelompok pulau (a group of
islands)’. Dengan demikian, secara umum, meminjam pengertian yang digunakan
oleh A. B. Lapian, istilah archipelago memiliki makna sebagai laut yang ditaburi pulau
dan bukan kelompok pulau-pulau yang dikelilingi oleh laut. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa istilah archipelago memiliki makna sebagai “lautlah yang utama”.
Lautlah yang mempersatukan pulau-pulau. Dengan pandangan seperti itu, lautlah
yang harus dipandang yang paling utama kemudian baru pulau-pulaunya. Paradigma
itu akan mengubah pandangan orang terhadap laut, yaitu yang semula laut dianggap
sebagai pemisah dengan pendekatan ini, laut dianggap sebagai penghubung dan laut
sebagai pemersatu.
Masih berdasarkan pandangan A.B. Lapian, yang dikenal sebagai Pelopor Sejarah
Maritim Indonesia, hubungan antara Nusantara dan laut sudah berlangsung sejak
awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar
tidak tetap di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1992), A.B. Lapian berpendapat
bahwa istilah Nusantara terdiri atas dua kata, yakni nusa dan antara. Nusa yang
dimaksudkan adalah ‘Pulau Jawa’ dan antara adalah ‘yang lain’, yakni pulau lain selain
Jawa. Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Nusantara adalah Pulau Jawa dan
pulau-pulau lainnya yang tidak terpisahkan berkat adanya laut yang “memperantarai’.
Dengan demikian, istilah Nusantara merupakan Pulau Jawa dan pulau-pulau lain
yang disatukan oleh laut.
150 Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna

