Page 295 - Final Manuskrip Gedong Kirtya Jilid II
P. 295

Tempat penyimpanan: keropakan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   asal: salinan dari lontar milik Ni
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Nengah Wari dari Banjar Dangin Peken
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   (Singaraja), keadaan: baik, ukuran:
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   50,3 cm x 3,6 cm, ruang tulisan: 42,7
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   cm x 3,6 cm, tebal: 6 lembar, jumlah
                                     RINGKASAN ISI BABAD                                                                                                                                                                                                                                                                                           halaman: 12 halaman, jumlah baris per
                                     Babad ini berbentuk tembang, dibuat dalam bentuk geguritan. Pada masa   Sangkul Putih setelah lama menjadi pamangku di Bhasukih ada hal yang                                                                                                                                                                  halaman: 4 baris, aksara: Bali, cara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   penulisan: digurat dari kiri ke kanan,
                                     terdahulu di pulau Bali diperintah oleh seorang raja yang sangat dipuja oleh   menyulitkan mangku Sangkul Putih disebabkan belum adanya anugrah                                                                                             45.                                                               bahan: daun lontar, bahasa: Bali,
                                     rakyatnya di Bali. Oleh sebab itu, ditakdirkan di Bali semuanya diwajibkan   bhatara untuk menyuarakan genta. Kemudian Sangkul Putih memohon                                                                                                                                                                  bentuk teks: geguritan, subjek: babad,
                                     membuat tempat suci sebagai pemujaan raja-raja serta pura tempat warga   bantuan kehadapan dewa lengkap dengan mempersembahkan sesajen yang                                                        BABAD UWUG PAYANGAN VC/4/1574                                                                              umur: 80 tahun.
                                     desa sembahyang di masing-masing desa. Akhirnya perkembangan pura   serba suci di pura dilengkapi dengan sarana berupa serbuk harum, cendana
                                     tersebut ditiru oleh masyarakat Bali di masing-masing desa serta ditiru   dan kemenyan yang dilaksanakan kira-kira selama setengah bulan.                                                                                                                                                                     Keterangan lain: pada lembar 1 recto
                                     oleh tri wangsa dengan membuat pamrajan. Kisah lain muncul dari                                                                                                                                                                                                                                               terdapat penanggalan di bagian ujung
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   kiri [27-1-1939]. Uwug Payangan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   toeroenan dari lontar kepoenjaan ni
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   nengah wari, dari Br. Dangin peken
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Singaradja di toeroen di kirtya oleh I
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Kt Kaler.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Pengarang/penyair: I Ketoet Kaler.





















                 284                 KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA                                                                                                                                                                                                                      KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA         285
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300