Page 296 - Final Manuskrip Gedong Kirtya Jilid II
P. 296
Tempat penyimpanan: keropakan,
asal: salinan dari lontar milik Ni
Nengah Wari dari Banjar Dangin Peken
(Singaraja), keadaan: baik, ukuran:
50,3 cm x 3,6 cm, ruang tulisan: 42,7
cm x 3,6 cm, tebal: 6 lembar, jumlah
RINGKASAN ISI BABAD halaman: 12 halaman, jumlah baris per
Babad ini berbentuk tembang, dibuat dalam bentuk geguritan. Pada masa Sangkul Putih setelah lama menjadi pamangku di Bhasukih ada hal yang halaman: 4 baris, aksara: Bali, cara
penulisan: digurat dari kiri ke kanan,
terdahulu di pulau Bali diperintah oleh seorang raja yang sangat dipuja oleh menyulitkan mangku Sangkul Putih disebabkan belum adanya anugrah 45. bahan: daun lontar, bahasa: Bali,
rakyatnya di Bali. Oleh sebab itu, ditakdirkan di Bali semuanya diwajibkan bhatara untuk menyuarakan genta. Kemudian Sangkul Putih memohon bentuk teks: geguritan, subjek: babad,
membuat tempat suci sebagai pemujaan raja-raja serta pura tempat warga bantuan kehadapan dewa lengkap dengan mempersembahkan sesajen yang BABAD UWUG PAYANGAN VC/4/1574 umur: 80 tahun.
desa sembahyang di masing-masing desa. Akhirnya perkembangan pura serba suci di pura dilengkapi dengan sarana berupa serbuk harum, cendana
tersebut ditiru oleh masyarakat Bali di masing-masing desa serta ditiru dan kemenyan yang dilaksanakan kira-kira selama setengah bulan. Keterangan lain: pada lembar 1 recto
oleh tri wangsa dengan membuat pamrajan. Kisah lain muncul dari terdapat penanggalan di bagian ujung
kiri [27-1-1939]. Uwug Payangan,
toeroenan dari lontar kepoenjaan ni
nengah wari, dari Br. Dangin peken
Singaradja di toeroen di kirtya oleh I
Kt Kaler.
Pengarang/penyair: I Ketoet Kaler.
284 KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA 285