Page 20 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 20
I. TEORI BELAJAR TINGKAH LAKU DAN
PENERAPANNYA
Kompetensi guru yang akan ditingkatkan melalui proses belajar dengan
menggunakan modul ini adalah:
(1) Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu (6.1),
(2) Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang
diampu
(3) Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta
didik mencapai prestasi secara optimal
(4) Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik.
(5) Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.
(6) Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri
(7) Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara
santun, empatik dan efektif
Dikenal dua teori belajar, yaitu teori belajar tingkah laku dan teori belajar kognitif.
Definisi praktis dari teori belajar tingkah laku (behaviorism) dinyatakan oleh Orton
(1987:38) sebagai suatu keyakinan (belief) bahwa proses pembelajaran terjadi melalui
hubungan antara stimulus (rangsangan) dan tanggapan (response). Salah satu tokoh
teori belajar tingkah laku adalah E.L. Thorndike yang oleh Resnick dan Ford
(1984:11) disebut sebagai the “founding father” of the psychology of mathematics
instruction. Salah satu tokoh teori belajar tingkah laku lainnya adalah Robert M.
Gagne yang lebih dikenal dengan sebutan Gagne. Gagne dikenal luas karena teori-
teorinya yang berkait dengan objek-objek langsung dan tidak langsung matematika,
serta hirarki belajar. Gagne sendiri dinyatakan oleh Orton (1987:38) sebagai
neobehaviourist. Setelah membaca modul ini, para guru diharapkan secara umum
dapat: (1) memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing teori belajar; dan (2)
memilih teori belajar yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan masing dan
menerapkannya dalam pembelajaran.
7

