Page 24 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 24
Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika SD
Di dalam kehidupan nyata sehari-hari, ada kesepakatan berupa aturan bahwa para
pengendara mobil harus berjalan di sebelah kiri. Hal itu harus dilakukan sehingga
tidak terjadi kecelakaan. Hal yang sama terjadi dalam matematika. Berapakah hasil
dari 5 + 2 × 10? Apakah 70 ataukah 25? Untuk mengantisipasi terjadinya
kebingungan dalam menentukan dua jawaban tadi, diperlukan adanya kesepakatan
antara para matematikawan. Jika ada yang menanyakan, mengapa perkalian lebih
kuat (didahulukan) dari penjumlahan? Ya jawabannya adalah kesepakatan para
matematikawan agar tidak terjadi kekacauan. Meskipun ada juga yang menyatakan
bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang sehingga perkalian didahulukan dari
penjumlahan. Berdasarkan kesepakatan matematikawan tersebut, maka dengan
mudah kita dapat memperoleh hasil yang benar yaitu 25. Itulah suatu contoh fakta
yang disepakati untuk menghindari kekacauan hasil operasi bilangan.
Di Indonesia dan di beberapa negara lainnya, lambang “7” digunakan untuk
menyatakan banyaknya sesuatu, merupakan contoh dari fakta. Namun di beberapa
negara lain, mereka menggunakan notasi lain yang sudah mereka sepakati sendiri,
seperti di negara Arab digunakan ‘٧’. Begitu juga lambang “+”, “–“, ataupun ”×”
untuk operasi penjumlahan, pengurangan, ataupun perkalian. Istilah atau nama pada
matematika juga merupakan contoh dari suatu fakta. Istilah atau nama ‘persegi’ untuk
bangun datar yang keempat sisinya sama panjang dan keempat sudutnya siku-siku
merupakan contoh fakta yang sudah disepakati dan harus diikuti. Seorang siswa
dinyatakan telah menguasai fakta jika ia dapat menuliskan fakta tersebut dan
menggunakannya secara benar.
Jadi, fakta adalah konvensi (kesepakatan) dari para matematikawan yang meliputi
lambang, notasi, dan aturan dalam operasi hitung. Contoh aturan terdapat pada
perhitungan 5 + 2 × 10 = 5 + 20, dimana operasi perkalian didahulukan dari operasi
penjumlahan. Karenanya, cara mengajarkan fakta adalah dengan menghafal, drill,
ataupun peragaan yang berulang-ulang. Namun untuk lebih memudahkan siswanya,
ada guru yang mengaitkan angka untuk bilangan satu ‘1’ dengan tongkat dan
11

