Page 26 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 26
Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika SD
Jika fakta merupakan kesepakatan, maka konsep adalah suatu ide abstrak yang
memungkinkan seseorang untuk mengklasifikasi suatu objek dan menerangkan
apakah objek tersebut merupakan contoh atau bukan contoh. Seorang siswa disebut
telah menguasai konsep belah ketupat jika ia telah dapat menentukan bangun-bangun
datar yang termasuk belah ketupat dan yang bukan belah ketupat. Untuk sampai ke
tingkat tersebut, para siswa harus dapat mengenali atribut atau sifat-sifat khusus dari
belah ketupat. Ada empat cara mengajarkan konsep, yaitu:
1) Dengan cara membandingkan objek matematika yang termasuk konsep dan yang
tidak termasuk konsep. Contohnya, guru memberikan gambar-gambar yang
termasuk bagian konsep tersebut dan yang tidak termasuk konsep tersebut. Dari
beberapa contoh dan non contoh tersebut, barulah dibahas kriteria atau atribut
khusus dari konsep dimaksud. Misalnya siswa dapat mengenali kriteria atau
atribut khusus yang dimiliki belah ketupat, yakni segiempat yang panjang
keempat sisinya sama. Pada cara ini, siswa hanya diarahkan sampai pada
mengenali kriteria atau atribut khusus dari belah ketupat dan tidak sampai pada
pendefinisiaannya.
2) Pendekatan deduktif, dimana proses pembelajarannya dimulai dari definisi dan
diikuti dengan membahas contoh-contoh dan yang bukan contohnya. Contohnya,
guru menunjukkan definisi atau pengertian ‘belah ketupat’, setelah itu barulah
meminta siswa untuk menentukan bangun-bangun datar yang merupakan belah
ketupat dan yang bukan belah ketupat.
3) Pendekatan induktif, dimulai dari contoh lalu membahas definisinya. Contohnya,
guru menunjukkan contoh-contoh ‘belah ketupat’, setelah itu barulah meminta
siswa untuk menentukan pengertian atau definisi belah ketupat.
4) Kombinasi deduktif dan induktif, dimulai dari contoh lalu membahas definisinya
dan kembali ke contoh, atau dimulai dari definisi lalu membahas contohnya lalu
kembali membahas definisinya.
Pada intinya, ketika seorang guru atau orang lain menyatakan: “bilangan genap”
ataupun “persegi-panjang” misalnya, maka harus ada bayangan pada benak siswa
tentang objek yang dimaksudkan beserta atribut khususnya sehingga siswa tersebut
dapat membedakan objek yang termasuk dan yang tidak termasuk konsep tersebut.
13

