Page 31 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 31
Teori Belajar Tingkah Laku dan Penerapannya
4. Ketika mengisi jawaban untuk soal 5 × 7, ia agak mengalami kesulitan
menentukan 28 + 7 sehingga ia menggunakan jarinya.
5. Proses di atas menjadi lebih cepat ia lakukan ketika ia diminta mengulangi
kegiatan yang sama mengisi daftar perkalian di atas.
Dari kasus di atas, dapatlah ditarik beberapa pelajaran berikut.
1. Si anak telah memahami bahwa perkalian merupakan penjumlahan berulang.
2. Ia mengalami kesulitan menjumlahkan.
3. Ternyata, proses mengulang-ulang kegiatan tersebut berhasil membantu siswa
tersebut memperbaiki perkalian dengan bilangan 7.
4. Jadi, proses mengulang-ulang kegiatan (latihan, tubian atau drill) dapat dilakukan
siswa setelah ia memahami konsepnya. Dengan kata lain, untuk kasus-kasus
tertentu, teori belajar tingkah laku masih dapat digunakan dalam proses
pembelajaran matematika.
5. Pentingnya penguasaan pengetahuan prasyarat. Contoh di atas menunjukkan
bahwa si siswa kesulitan mempelajari perkalian karena ia mengalami kesulitan
menjumlahkan.
Di samping E. L. Thorndike; pakar teori belajar tingkah laku lainnya adalah Robert E.
Gagne. Sebagaimana dijelaskan di bagian depan, teori belajar Gagne berkait dengan
pembagian objek langsung matematika atas empat bagian, yaitu: fakta, konsep,
prinsip, dan keterampilan (FKPK); serta hirarki belajar. Contoh FKPK pada topik
pecahan adalah sebagai berikut.
2
1. Contoh fakta pada topik tersebut adalah notasi atau lambang . Perhatikan
4
bahwa fakta ini berkaitan dengan notasinya saja dan tidak berkaitan dengan
pengertiannya.
2
2. Contoh konsep pada topik tersebut adalah notasi atau lambang mengandung arti
4
adanya dua dari empat bagian yang sama seperti ditunjukkan pada diagram ini.
2
Contoh Pecahan
4
18

