Page 34 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 34
Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika SD
binatang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Untuk kasus-kasus tertentu,
tubian (drill) masih dapat digunakan para guru dalam proses pembelajaran.
2. Teori belajar yang dikemukakan penganut psikologi tingkah laku ini dalam
beberapa hal dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang
berhubungan dengan pencapaian hasil belajar (pengetahuan) matematika seperti
fakta, konsep, prinsip, dan skill atau keterampilan yang telah digagas Robert M.
Gagne sebagai objek-objek langsung matematika. Gagne sendiri dinyatakan oleh
Orton(1987:38) sebagai neobehaviourist.
3. Fakta, menurut Gagne, adalah konvensi (kesepakatan) dalam matematika seperti
lambang, notasi, ataupun aturan. Konsep adalah suatu ide abstrak. Prinsip
(keterkaitan antar konsep) adalah suatu pernyataan yang memuat hubungan
antara dua konsep atau lebih seperti rumus luas daerah persegipanjang = p × l,
dimana p dan l berturut-turut menunjukkan ukuran panjang dan lebar
persegipanjang tersebut. Keterampilan (skill) adalah kemampuan untuk
menggunakan prosedur atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu soal,
1 1
contohnya adalah prosedur atau langkah-langkah pada pengerjaan + , yaitu
2 3
dengan menyamakan penyebutnya dan diikuti dengan menjumlahkan pembilang
dan diakhiri dengan menyederhanakan.
4. Penekanan pembelajaran pada objek-objek matematika (FKPK) akan berbeda-
beda. Penekanan pembelajaran pada fakta akan berbeda untuk konsep, yang akan
berbeda pula dengan penekanan pada pembelajaran untuk prinsip dan
keterampilan. Hal tersebut akan mempengaruhi cara pembelajarannya.
Contohnya, pembelajaran suatu konsep akan berbeda dengan pembelajaran
keterampilan.
5. Hirarki belajar disusun untuk mengetahui urut-urutan pembelajaran. Hirarki
belajar sangat penting dibuat oleh guru, sehingga dengan hiraki belajar tersebut,
para guru akan dapat memfasilitasi siswanya dalam proses pembelajaran. Di
samping itu, hirarki belajar dapat juga digunakan pada proses penanganan siswa
yang mengalami kesulitan mempelajari matematika. Selanjutnya, proses
pembelajaran dapat dimulai dengan pengecekan penguasaan siswa terhadap
21

