Page 33 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 33

Teori Belajar Tingkah Laku dan Penerapannya




                   4.  Selanjutnya, proses penentuan keberhasilan proses pembelajaran untuk setiap
                       objek matematika (FKPK) akan berbeda pula.

                   5.  Untuk lebih memahamkan siswa, maka proses pembelajaran hendaknya dimulai

                       dari yang sudah diketahui, mudah, sederhana, real, nyata, dan dari kasus-kasus
                       khusus ke arah yang belum diketahui, sulit, rumit, abstrak, dan bentuk umumnya.

                   Berkait dengan hirarki belajar, berikut ini adalah  beberapa hal yang perlu
                   diperhatikan para guru.


                   1.  Selama proses pembelajaran, pertanyaan yang selalu dapat Anda ajukan kepada
                       diri Anda sendiri adalah: “Pengetahuan apa yang lebih dahulu harus dikuasai

                       siswa agar berhasil mempelajari suatu pengetahuan tertentu?”
                   2.  Pertanyaan tersebut di atas dapat juga diajukan ketika Anda mendapati siswa yang

                       mengalami kesulitan. Dengan mengetahui hirarki belajarnya, maka guru dapat

                       menentukan faktor-faktor yang ditengarai dapat menjadi penyebabnya.
                   3.  Ketika akan memulai proses pembelajaran, pastikan bahwa siswa Anda sudah

                       menguasai pengetahuan prasyarat yang dibutuhkan.


                    C.  Ringkasan


                   1.  Para penganut psikologi tingkah laku (behaviorism), memandang belajar sebagai
                       hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan dari luar (stimulus) seperti

                       ‘2 + 2’ dan balasan atau tanggapan (response) dari siswa seperti ‘4’ yang dapat

                       diamati. Mereka berpendapat bahwa semakin sering hubungan antara rangsangan
                       dan balasan terjadi, maka akan semakin kuatlah hubungan keduanya (law of

                       exercise). Pendapat ini yang menyebabkan dilakukannya tubian atau pengulangan

                       (drill), seperti guru memberikan tugas latihan soal dan pekerjaan rumah, agar
                       siswa berlatih menggunakan suatu prosedur yang telah diajarkan, Di samping

                       pengulangan itu, mereka berpendapat bahwa kuat tidaknya hubungan ditentukan
                       oleh kepuasan maupun ketidakpuasan yang menyertainya (law of effect).

                       Tanggapan yang disertai dengan kepuasaan, seperti mendapat pujian dari guru,
                       akan menyebabkan siswa ingin mengulanginya. Contohnya, pawang sirkus

                       memberi sesuatu sebagai ganjaran atau penguatan (reinforcement) begitu si






             20
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38