Page 66 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 66

Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika di SD




                   benak siswa; dan akomodasi adalah suatu proses perubahan atau pengembangan
                   kerangka kognitif yang sudah ada di benak siswa sebagai akibat dari informasi atau

                   pengalaman yang baru dialami.

                   Dimisalkan para siswa SD/MI sudah belajar tentang penjumlahan dan sudah

                   menguasai penjumlahan seperti 2 + 2 + 2 = 6. Pada pembelajaran tentang perkalian,
                   guru dapat mengawali kegiatan dengan menunjukkan adanya tiga piring yang berisi 2

                   kue pada setiap piringnya seperti ditunjukkan gambar di bawah ini.








                   Ketika guru meminta siswanya untuk menentukan banyaknya kue yang ada, maka
                   diharapkan para siswa akan dengan mudah menentukan jawabannya. Ada beberapa

                   cara yang dapat digunakan siswa dan dapat diterima guru untuk menentukan hasilnya,
                   yaitu:  (1)  dengan  membilang  dari  1  sampai  6  atau  (2)  dengan  menjumlahkan

                   2 + 2 + 2 = 6. Setelah itu guru lalu menginformasikan bahwa notasi lain yang dapat

                   digunakan adalah 3  × 2. Contoh ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baru
                   tentang perkalian sudah dikaitkan atau  disesuaikan dengan pengetahuan tentang

                   penjumlahan yang sudah dimiliki siswa. Kata lainnya, perkalian telah diasimilasi

                   sebagai penjumlahan berulang. Selanjutnya, akan terjadi juga perubahan pada
                   kerangka kognitif si siswa. Kerangka kognitifnya tidak hanya berkait dengan

                   penjumlahan saja, akan tetapi sudah berkembang atau berubah dengan penjumlahan
                   berulang yang dapat disebut juga dengan perkalian.


                   Dengan demikian jelaslah bahwa asimilasi terjadi jika pengalaman baru siswa sesuai

                   atau memperkuat struktur kognitif yang sudah ada di benak siswa; sedangkan pada
                   akomodasi, struktur kognitif yang sudah ada di benak siswa berubah akibat informasi

                   atau pengalaman barunya. Berdasar contoh yang dikemukakan  guru di atas, para

                   siswa akan memahami bahwa untuk menentukan hasil 5 × 2  adalah sama dengan
                   menentukan banyaknya semua kue yang ada pada lima piring yang berisi 2 kue pada

                   setiap piringnya, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini. Dengan cara seperti ini

                   diharapkan para siswa akan dengan mudah menentukan bahwa: 5 × 2 = 2 + 2 + 2 + 2



                                                                                                        49
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71