Page 23 - E-MODUL REVISI OKE
P. 23

Berikut contoh-contoh matriks identitas:

                                                                 1 0      0   0
                                1 0     0
                            = [0 1      0], I 2 = [ 1  0 ],     = [ 0 1   0   0 ].
                                                            4
                          3
                                                                 0 0
                                                                              0
                                                                          1
                                0 0     1         0    1
                                                                 0 0      0   1
                      Matriks-matriks di atas  disebut dengan matriks identitas sebab
                      jika dikalikan dengan sebarang matriks yang sesuai ukurannya,
                      tidak mengubah matriks terkait.


                      Berikut  adalah  sifat-sifat  perkalian  matriks  yang  dikaitkan
                      dengan  operasi-operasi  yang  lain,  misalnya  penjumlahan  dan
                      perkalian dengan bilangan real.

                      Jika  matriks  A,  B  dan  C  mempunyai  ukuran  yang  sesuai  sehingga
                      berlaku  operasi-operasi  penjumlahan  dan  perkalian  berikut  dan    

                      adalah sebarang bilangan real, maka berlaku:
                      (a) I A = AI = A;

                      (b) Sifat asosiatif, yaitu (AB)C = A(BC);

                      (c) Sifat distributif kiri, yaitu A(B + C) = AB + AC;

                      (d) Sifat distributif kanan, yaitu (B + C)A = BA + CA;
                      (e)   (AB) = (  A)B = A(  B);

                      (f) Jika AB = I dan CA = I, maka B = C.

                      Bukti.

                      (a) Secara mudah bisa dibuktikan bahwa I A = AI = A.

                      (b) Diberikan matriks A = [   ] dengan ukuran m × n, matriks B =
                                                             
                          [   ]  dengan  ukuran  n  ×  p  dan  matriks  C  =  [[   ]]  dengan
                                                                                             
                                
                          ukuran  p  ×  s.  selanjutnya  akan  dibuktikan  A(BC)  =  (A)BC.
                          Pertama  dimisalkan  bahwa  entri  matriks  BC  adalah     .
                                                                                                         
                          Kemudian  entri  matriks  A(BC)  adalah  ∑                     .  Jadi  entri
                                                                                             
                                                                                 =1

                                                           22
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28