Page 71 - OPERASIONAL
P. 71
KOPERASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MITRA DHUAFA
(849/BH/MENEG/VII/2009) OPERASIONAL
EDISI : JANUARI 2017 REVISI : 1
Owner : OPERASIONAL PROSEDUR : RESCHEDULING LOAN
Kode Bagian : 01 Kode Prosedur : 017
PROSEDUR RESCHEDULING LOAN
A. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan untuk menstandarisasi proses dan langkah-langkah pelaksanaan
rescheduling loan.
B. RUANG LINGKUP
Mengatur proses pelaksanan rescheduling loan mulai dari syarat, seleksi, pengajuan,
pencatatan dan juga pengarsipan.
C. DEFINISI
a. Rescheduling Loan adalah penjadwalan kembali jangka waktu pembiayaan yang sudah
lewat jatuh tempo ataupun yang belum jatuh tempo dikarenakan adanya permasalahan
terhadap pembiayaan tersebut.
b. Piutang bermasalah adalah sisa pembiayaan yang belum dibayar
c. Jangka waktu jatuh tempo adalah jangka waktu sesuai dengan akad pembiayaan,
misalnya 25 minggu, 50 minggu dan seterusnya.
d. Untuk mempermudah penyebutan rescheduling loan bisa disebut dengan RE
D. KETENTUAN
Proses pembiayaan tidak selalu berjalan sesuai yang kita harapkan, dalam prakteknya selalu
ada masalah dan kendala yang tidak bisa kita prediksi dan juga tidak bisa kita selesaikan.
Jumlah piutang yang tertunggak tidak selalu bisa diselesaikan secara tuntas dilapang, banyak
faktor yang menyebabkan piutang bermasalah tidak bisa ditarik semua. Oleh sebab itu untuk
mengetahui piutang tertunggak secara riil lembaga keuangan akan melakukan kebijakan
rescheduling loan agar memberikan kelonggaran kepada anggota dalam membayar pembiayaan
sehingga pembiayaan bisa terselesaikan.
Berikut adalah ketentuan dalam melakukan rescheduling loan:
1. Syarat piutang bisa diajukan rescheduling loan
a. Anggota mengalami bencana alam, terkena musibah dan usahanya mengalami
masalah yang menyebabkan anggota tidak bisa menjalankan kegiatan usaha dalam
jangka waktu minimal 3 bulan (12 minggu)
b. Prestasi anggota, kelompok dan center selama ini bagus
2. Waktu dilakukan rescheduling loan
Bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kejadian atau penyebab perlu dilakukan
rescheduling loan.
3. Langkah-langkah rescheduling loan
a. Staf lapang melakukan verifikasi data dan informasi terkait anggota yang akan
diajukan rescheduling loan
b. Manager cabang melakukan verifikasi untuk memastikan informasi dari staf lapang
c. Manager cabang menghitung saldo pembiayaan, sisa margin dan jumlah simpanan
dari anggota tersebut
d. Manager cabang dengan staf lapang melakukan diskusi dengan anggota terkait
rencana tersebut dan membuat kesepakatan bersama berapa jangka waktu yang
diperlukan agar angsuran bisa berjalan lancar, tetapi juga harus disampaikan bahwa
ini baru tahap verifikasi dan akan diajukan ke kantor pusat.
e. Manager cabang mengajukan permohonan rescheduling loan kepada koordinator
cabang
f. Koordinator cabang melakukan verifikasi, persetujuan dan mengajukan rescheduling
loan kepada manager regional
SOP Operasional 2017
70

