Page 170 - 129 cover
P. 170

Bab 8 Bioteknologi


                        Fermentasi Lactobacillus bulgaris berlangsung pada subtrat
                   yang bertemperatur 45° C selama beberapa jam. Pada
                   temperatur tersebut Lactobacillus bulgaris masih mungkin tumbuh
                   dan berkembang. Untuk menjaga cita rasa, aroma, dan
                   keasamannya maka perlu dijaga keseimbangan antara kedua
                   jenis mikroorganisme tersebut.


                   c.   Fermentasi makanan nonsusu
                        Pemanfaatan mikroorganisme, seperti ragi banyak
                   digunakan dalam pembuatan roti, asinan, minuman alkohol,
                   minuman anggur, dan cuka.
                        Dalam pembuatan roti, adonan roti akan ditanami ragi  yang
                   sebenarnya kultur spora suatu jenis jamur. Spora jamur akan
                   tumbuh dan memfermentasi gula dalam adonan, dan terbentuklah
                   gelembung-gelembung karbondioksida.  Fermentasi  yang
                   berlangsung dalam kondisi aerob ini akan mendorong produksi CO .
                                                                                 2
                        Pada pembuatan asinan kubis atau sauerkraut, acar, dan
                   olive maupun kecap diperlukan mikroba jamur penghasil enzim
                   yang mampu mengubah zat tepung menjadi gula yang dapat
                   difermentasikan. Prinsip ini juga digunakan dalam pembuatan
                   brem dan minuman khas Jepang, sake yang dibuat dari ketan
                   dan beras.                                                           Rhizopus oligospora
                        Dalam pembuatan kecap diperlukan jamur  Aspergillus
                   oryzae. Jamur ini dibiakkan dalam kulit gandum terlebih dahulu.
                   Selanjutnya, jamur ini bersama-sama bakteri asam laktat yang
                   tumbuh pada kedelai yang sudah dimasak, menghancurkan
                   campuran gandum. Setelah melalui fermentasi karbohidrat
                   yang cukup lama, dihasilkanlah kecap.                                Neurospora sitophila
                        Beberapa jenis mikroba yang digunakan untuk mengubah
                   bahan makanan menjadi bentuk lain, misalnya:
                   1)   Rhizopus oligospora untuk membuat tempe dengan substrat                              Sumber: Image.google.co.id
                        kedelai.
                   2)   Neurospora sitophila untuk membuat oncom dengan
                        substrat kacang tanah.
                   3)   Saccharomyces cerevisiae untuk membuat tape dengan            Saccharomyces cerevisiae
                        substrat ketan atau singkong atau ubi kayu.                  Gambar 8.9
                   4)   Acetobacter xulinum untuk membuat nata de coco dengan        Contoh mikroba yang diguna-
                                                                                     kan untuk mengubah bahan
                        substrat air kelapa.                                         makanan ke bentuk lain.

                   d.   Pembuatan alkohol dan asam cuka
                   1)   Proses pembuatan alkohol
                        Hampir semua pembuatan minuman beralkohol, seperti
                   bir, ale, dan anggur memerlukan jasa mikroorganisme. Bir dan
                   ale dibuat dari tepung biji padi-padian yang difermentasi oleh
                   ragi. Ragi tidak dapat menggunakan tepung secara langsung.



                                                                                                       159
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175