Page 168 - 129 cover
P. 168
Bab 8 Bioteknologi
b. Pertanian
Beberapa Bioteknologi modern pada bidang pertanian,
misalnya tanaman kedelai tengger dan kedelai hijau camar yang
berumur pendek dengan produktivitas tinggi diperoleh dari
radiasi seleksi biji-biji kedelai.
c. Peternakan
Bioteknologi modern pada bidang peternakan, misalnya,
pembelahan embrio secara fisik (splitting) mampu menghasilkan
kembar identik pada domba, sapi, babi, dan kuda. Dengan
teknologi yang modern telah dikembangkan teknologi kloning
yang menghasilkan klon dari sel somatik. Sumber: Encarta Library 2005
d. Kesehatan dan pengobatan
Beberapa bioteknologi modern pada bidang kesehatan dan
pengobatan, antara lain: hormon pertumbuhan somatotropin
yang dihasilkan oleh Escherichia coli dan manipulasi produksi Gambar 8.6
vaksin dengan menggunakan Escherichia coli agar efisien. Selain Domba hasil kloning
itu, untuk menghasilkan insulin secara massal dilakukan
rekayasa genetika dengan menggunakan enzim dan bakteri.
D
Bioteknologi umumnya menggunakan mikroorganisme,
seperti bakteri dan khamir (kapang) dengan alasan sebagai Penggunaan
berikut: Mikroorganisme
1) pertumbuhannya cepat, walaupun dalam skala besar
seperti industri; dalam
2) sel-selnya mengandung protein yang tinggi; Bioteknologi
3) dapat menggunakan produk-produk sisa sebagai
substratnya, misalnya dari limbah pertanian;
4) menghasilkan produk yang tidak toksik;
5) sebagai organisme hidup, reaksi biokimianya dikontrol oleh
enzim yang berarti tidak memerlukan tambahan reaktan
dari luar.
Pemanfaatan mikroorganisme telah digunakan pada
bioteknologi tradisional maupun modern. Bioteknologi yang
menggunakan mikroorganisme, antara lain: digunakan dalam
bidang pangan, obat-obatan, pembasmian hama tanaman,
pencemaran, dan pemisahan logam dari bijih logam.
1. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bidang
Pangan
a. Pemanfaatan mikroba untuk menghasilkan protein
Protein merupakan bahan makanan yang mutlak
diperlukan manusia. Protein yang dihasilkan dengan
157

