Page 200 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 200
sawah, di rumah saja,” kata Uda Pudin sambil menghirup kopi
yang kuhidangkan.
“Muka cantik istri Uda jadi hitam,” lanjutnya menyentuh
pipiku.
“Hmm, sudah takdirku untuk ikut ke sawah membantu
Uda,” jawabku sambil tersenyum
“Menyesalkah?” tanya Uda Pudin.
“Nggak, jika panen selalu berhasil belum tentu aku bisa
menemani Uda di sini. Bisa berduaan sepanjang hari.”
Lanjutku dengan tersenyum.
“Uda bahagia mendengarnya, walaupun hidup kita susah,
Dek,” kata Uda Pudin sambil merangkul pundakku dan
menggenggam tanganku yang sudah mulai kasar dan kusam.
“Aku juga bahagia bersamamu, imamku, pelindungku,”
jawabku membalas genggamannya.
188 | 80 Cerpenis MediaGuru

