Page 203 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 203
Kubuka perlahan‐lahan dengan hati yang berdebar‐debar.
Kubaca, ternyata berita yang aku terima adalah benar. Intinya
sang pujaan hati menyimpan rasa kecewa karena orang tuaku
tidak menyetujui hubungan kami.
Aku bergegas menuju kantor telkom yang tidak begitu
jauh dari tempat kontrakan. Bermaksud menelepon
kekasihku. Aku akan bertanya berita dan kebenaran yang ada
di surat itu. Rupanya terjadi kesalahan pahaman antara aku
dan pujaan hati. Ada berita tentang aku yang sudah di
jodohkan oleh orang tuaku.
Siang itu aku dan pujaan hati baru menyadarinya. Kami
berkomitmen memperbaiki hubungan yang sempat terhenti.
Komunikasi jarak jauh bisa menghancurkan cinta yang sudah
terbungkus, terbina dengan kepercayaan yang luar biasa.
Jarak bukanlah penghalang, tapi menjadi magnet
penghubung. Waktu itu aku menjalin hubungan jarak jauh
hampir tiga tahun. Rasa bosan, rindu, dan sedih terus
menghantui jiwaku. Kubulatkan tekad dan membentangkan
doa siang dan malam di hadapan Sang Ilahi. Aku tahu jarak ini
akan sirna suatu saat nanti.
Berapa lama jarak ini akan berpihak? Berapa lama cinta ini
akan menjadi alasan untuk menyatukan kami? Kami
dipisahkan oleh jarak di mana malamnya menjadi malamku.
Paginya menjadi pagiku, tapi kami berada di titik yang
berbeda.
Ah, jarak. Rasanya ingin kutarik jarak supaya dekat.
Namun, aku tiada berdaya melawan jarak dan cinta. Ibarat
sebuah lukisan yang terpampang. Jarak adalah sebagai
pewarna yang selalu menghiasi cinta kami. Aku, jarak, dan
cinta bisa terhubung jika ada kata Setia.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 191

