Page 234 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 234

Hujan yang Salah

                                Oleh: Setia Restiani


                 Hujan yang salah
                 Telah membuat berlindung
                 Pada harap gerimis mereda
                 Padahal tanah telah basah

             S
                   ebuah  janji  meminang  hati  telah  terhenti.  Awan
                   menghalangi  cinta  yang  berarak.  Mendung  semakin
                   menghitam.  Aku  terdiam  membisu  meminang  nasib
             yang tak berpihak padaku.
                 Aku  kembali  mengingat  rangkaian  katamu  ketika
             tangisku tak tertahankan lagi. “Cinta kita adalah cinta padma.
             Kita  terlahir  untuk  disatukan  dalam  mahligai  bernama
             pernikahan.” Jemari tangan kita semakin berpegangan erat.
             Energi telah bersinergi untuk melawan arus yang berlawanan.
                 Aku   masih    terisak   meski  kata‐katamu    semakin
             menghujam  dalam  hati.  Katamu  meyakinkan  apa  pun  yang
             akan terjadi tidak akan memisahkan tautan kasih sayang yang
             sudah  lama  bersemi.  Rasa  yang  dibangun  sejak  pandangan
             pertama.
                 Mas  Bhanu  lelaki  pertama  yang  singgah  dalam  hatiku.
             Penampilannya begitu sederhana. Namun, saat dia berbicara
             tidak  ada  yang  mungkin  berpaling.  Pesonanya  sangat
             memikat.  Wajahnya  semanis  senyumnya.  Dengan  mata
             teduhnya,  jika  berada  di  dekatnya,  aku  serasa  selalu
             dilindunginya.


             222 | 80 Cerpenis MediaGuru
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239