Page 237 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 237
“Kita perempuan pilih yang pasti aja!” lanjutnya dengan
bangga.
Harapku kemarau panjang akan menyapa bumi ini.
Namun, gerimis telah menghempaskan mimpiku. Sebuah
nama harus terbawa arus. Hilang tenggelam dalam
gelombang yang tidak tertahan.
Sampai pada hari yang tidak sama sekali aku inginkan.
Saat waktu bersiap mengganti statusku di pelaminan. Kang
Aji dengan lancar mengucap ijab kabul akad nikah.
“Alhamdulillah sah.” Serentak terdengar dari para saksi.
Samar kulihat kedatangan Mas Bhanu untuk menepati
janjinya. Sedangkan aku tak tahu apa yang terjadi setelahnya.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 225

