Page 245 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 245

air.  Kepalanya  terbentur  dinding  tempat  memajang
              dagangan.  Wanita  itu  dengan  beringas  membuka  buntilan
              yang  dibawa  Mbah  Rinah  tanpa  menghiraukan  kondisinya
              yang terjatuh. Amarahnya sudah memuncak.
                  Dia terbelalak ketika membuka buntilan itu. Isinya hanya
              dua  sisir  pisang  yang  belum  masak.  Artinya  tidak  ada
              dagangannya  yang  dicuri.  Menyesal  tak  ada  gunanya  lagi.
              Dilihatnya  tubuh  Mbah  Rinah  yang  tergeletak  di  tanah,
              napasnya tersendat. Namun nahas, beberapa saat kemudian
              nyawa Mbah Rinah tak tertolong, dia meninggal. Kini hanya
              tinggal  buntilan  Mbah  Rinah  yang  menjadi  saksi  bisu
              kemiskinannya  dan  dua  sisir  pisang  yang  belum  sempat
              terjual.

































                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 233
   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250