Page 20 - bk metamorfosis
P. 20

kursus-kursus,  desain unit pelajaran  dan pembelajaran, perlengkapan  belajar,
            buku-buku  kerja,  program  multimedia,  dan  bantuan  belajar  melalui  program
            komputer. Sebab model-model ini menyediakan alat-alat belajar yang diperlukan
            bagi siswa.  Selanjutnya dikatakan bahwa hakikat mengajar (teaching) adalah
            membantu  para pelajar  memperoleh  informasi,  ide,  keterampilan,  nilai,  cara
            berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan belajar bagaimana belajar
            (Joyce dan Weil (2000:13). Hasil akhir atau hasil jangka panjang dari mengajar
            adalah  kemampuan siswa yang tinggi untuk dapat belajar  lebih mudah dan
            lebih efektif di masa yang akan datang. Dengan demikian model pembelajaran
            tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna
            prospektif dan berorientasi ke masa depan.
                 Model pembelajaran mempunyai ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi
            atau metode tertentu, yaitu: (1) rasional teoretik yang logis yang disusun oleh
            penciptanya, (2) tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (3) tingkah laku mengajar
            yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan, dan (4) lingkungan
            belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai (Hanafiah dan
            Suhana, 2009:25). Dengan demikian, dalam pengembangan model pembelajaran
            tidak bisa dilepaskan dari empat komponen tersebut. Berbicara lebih jauh tentang
            model pembelajaran ini, Joyce dan Weil (2000:50-54) mengemukakan beberapa
            key ideas yang perlu dipahami sebagai komponen suatu model pembelajaran,
            yaitu: sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, dan sistem pendukung.
                 Sintaks  (syntax) daripada  model,  yaitu  langkah-langkah,  fase-fase, atau
            urutan kegiatan pembelajaran. Jadi sintaks itu  adalah  deskripsi model  dalam
            action. Setiap model mempunyai sintaks atau struktur model yang berbeda-beda.
            Dengan membandingkan  fase-fase kegiatan  pada model-model  pembelajaran,
            dapat diidentifikasi perbedaan-perbedaan operasional di antara berbagai model
            sehingga jelas pula peranan apa yang harus dilakukan pembelajar agar model
            dapat berfungsi. Prinsip reaksi (principle of reaction) yaitu reaksi pembelajar
            atas  aktivitas-aktivitas  pebelajar.  Prinsip  reaksi  itu  akan  membantu  memilih
            reaksi-reaksi apa yang efektif dilakukan pebelajar. Sistem sosial (social system)
            mencakup,  tiga pengertian utama  yaitu:  (1) deskripsi rnacam-macam  peranan
            pembelajar dan pebelajar, (2) deskripsi hubungan hirarkis/ otoritas pembelajar dan
            pebelajar, dan (3) deskripsi macam-macam kaidah untuk mendorong pebelajar.
            Sistem sosial sebagai unsur model agaknya kurang berstruktur dibandingkan
            dengan unsur sintaks.
                 Sistem  pendukung  (support  system)  sesungguhnya  adalah  kondisi  yang
            dibutuhkan oleh suatu model. Jadi, bukanlah model itu sendiri. Sistem pendukungnya
            bertolak dari pertanyaan-pertanyaan dukungan apa yang dibutuhkan oleh suatu
            model agar tercipta lingkungan khusus. Dalam hubungan ini, sistem pendukung itu
            berupa kemampuan/keterampilan dan fasilitas-fasilitas teknis. Sistem pendukung
            diturunkan dari dua sumber yaitu kekhususan-kekhususan peranan pembelajar



        12                                                                  METAMORFOSIS
                                                               Pengembangan Sekolah Model di Bali
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25