Page 22 - bk metamorfosis
P. 22
bagian ini akan dijelaskan dua pendekatan yang mendukung pengembangan
model resik.
b. Pendekatan Matematika Realistik
Pendekatan matematika realistik diadopsi dari realistics mathematic
education (RME), pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda
pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Kata realistik diambil dari salah satu
diantara empat pendekatan dalam pembelajaran matematika menurut klasifikasi
Traffers seperti yang dikutip Gravemeijer yaitu: mekanistik, empiristik,
strukturalistik, dan realistic (Gravemeijer, 1994:11).
Traffers mengelompokkan pendidikan matematika dalam empat tipe
dengan mengarah ke matematika horizontal dan vertical (Treffers, 1991:32).
Pengelompokan itu diterangkan oleh Freudenthal seperti dikutip Gerardus Polla
(2001: 46-50) sebagai berikut.
(1) Mechanistic, or “traditional approach”, didasarkan pada drill-practice
and patterns, yang mengancam orang menjadi seperti komputer (mesin).
Maksudnya, aktivitas siswa didasarkan pada ingatan atau algoritma.
Kesalahan akan terjadi jika siswa dihadapkan dengan persoalan lain yang
berbeda dengan yang mereka ingat. Pendekatan ini tidak menggunakan
matematika vertikal dan horizontal.
(2) Empiristic approach, dunia adalah suatu realitas, dan siswa dipersiapkan
dengan material dari dunia hidup mereka. Ini berarti siswa dihadapkan
pada situasi di mana mereka melakukan aktivitas matematika horizontal.
(3) Structuralist, or ‘new math approach’ yang didasarkan pada set theory,
flowchart and games yang termasuk dalam matematika horizontal, dan
tidak diciptakan dari dunia nyata siswa.
(4) Realistics approach, suatu situasi dunia nyata (real world) atau suatu
masalah diambil sebagai titik mulai dari belajar matematika, dan
kemudian masalah itu akan dieksplorasi dengan kegiatan matematika
horizontal. Hal ini dimaksudkan, siswa akanmengatur masalah itu,
dan mencoba untuk mengidentifikasi berbagai aspek dari persoalan
matematika tersebut, dan menemukan aturan dan hubungan. Kemudian
dengan menggunakan matematika vertikal, siswa akan mengembangkan
konsep-konsep matematika.
Dalam pendidikan matematika, dua komponen matematisasi adalah penting,
yaitu matematisasi horizontal dan vertikal. Perbedaan keempat pendekatan
pendidikan matematika didasarkan pada dua komponen matematisasi, yang
menekankan sejauh mana mereka memuat/ menggunakan komponen itu. Tabel
14 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

