Page 21 - bk metamorfosis
P. 21

dan tuntutan  pebelajar. Dalam  proses pembelajaran  umumnya  membutuhkan
            transkrip  atau deskripsi peristiwa  pembelajaran  bagi pengguna  model-model
            tertentu. Di samping itu dibutuhkan pula analisis kesulitan pelajaran dan analisis
            kesulitan-kesulitan khusus penggunaan model.
                 Diketahui  bahwa setiap model mempunyai  kegunaan utama  di samping
            kegunaan-kegunaan lainnya yang dapat diterima. Dalam hal ini beberapa model
            didesain  untuk  tujuan-tujuan  yang  amat  spesifik  dan  beberapa  lainnya  dapat
            dipergunakan secara umum. Penggunaan model manapun harus dapat memberi
            efek belajar bagi pebelajar. Efek belajar ini dapat berupa direct atau instructional
            effects atau  berupa  indirect atau  nurturant  effect.  Instructional  effects adalah
            pencapaian  tujuan  sebagai akibat  kegiatan-kegiatan  instruksional.  Biasanya
            beberapa pengetahuan/ keterampilan. Sedangkan nurturant effect adalah efek-
            efek pengiring yang ditimbulkan model karena pebelajar menghidupi (living in)
            sistem lingkungan belajar, misalnya kemampuan berpikir kreatif, sikap terbuka
            dan sebagainya. Seorang pembelajar memiliki model atau strategi pembelajaran
            karena ingin mencapai instructional effects dan nurturant effects.
                 Berdasarkan uraian beberapa pengertian tentang model pembelajaran, maka
            yang dimaksud dengan model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang
            melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar
            untuk mencapai  tujuan  belajar  tertentu,  dan berfungsi sebagai  pedoman  bagi
            para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam melaksanakan aktivitas
            belajar mengajar. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola
            yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
            Model pembelajaran mengarahkan guru dalam mendesain pembelajaran untuk
            membantu  peserta didik mencapai  tujuan pembelajaran. Dengan demikian,
            model pembelajaran merupakan rencana dan upaya sistematis yang dilakukan
            guru untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

            Model Pembelajaran Resik


                 a. Landasan Pengembangan Model Resik
                 Model pembelajaran  resik mengadopsi pembelajaran  kooperatif  dan
            pendekatan  pembelajaran  realistik  (Suradi, 2007:1). Model pembelajaran
            kooperatif  bukan  hanya  untuk  meningkatkan  hasil  belajar  siswa, tetapi  juga
            untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial. Hal ini
            bersesuaian dengan yang disarankan Marpaung bahwa perlu dikembangkan model
            pembelajaran  matematika  berdasarkan konstruksi psikologis dan konstruksi
            sosiologis (Marpaung, 2003:6). Dengan alasan, bahwa masyarakat kita adalah
            masyarakat yang berorientasi sosial, suka kumpul, bertandang dan berbicara.
            Selain itu, salah satu pendekatan pembelajaran  yang diadopsi dalam model
            pembelajaran  resik adalah pendekatan  matematika  realistik.  Untuk itu, dalam


            METAMORFOSIS                                                                   13
            Pengembangan Sekolah Model di Bali
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26