Page 41 - MAJALAH 67
P. 41

LEGISLASI


         dimekarkan tersebut ternyata wilayah  hektar tapi tidak punya satu pun helikopter  juga merugikan negara. Koordinasi yang
         hutan lindung. “Sehingga mau      pemadam kebakaran hutan,” katanya.  baik antar instansi sangat diperlukan untuk
         membangun Ibukota Kepahyang saja     Arifin menjelaskan degradasi hutan  memberantas pembalakan liar.
         susah, karena Ibukota Kabupaten   tidak hanya karena pembalakan liar tapi  “Pemberantasan pembalakan liar
         Kepahyang termasuk ke dalam kawasan  juga karena alih fungsi dan kebakaran  melibatkan TNI, Polri,  Kejaksaan,
         hutan lindung,” jelas Arifin.     hutan. Ia menyarankan adanya usaha yang  Departemen Kehutanan dan beberapa
            Menurutnya Undang-Undang       terintegrasi untuk mengatasi hal tersebut.  instansi lain sebanyak enam belas,” jelas
         Pencegahan dan Pemberantasan      “Rehabilitasi lahan dan hutan harus  Arifin.
         Pembalakan Liar dapat melengkapi  benar-benar memperoleh anggaran yang  Ia menilai enam belas instansi yang
         Undang-Undang Kehutanan yang sudah  cukup sehingga setiap tahunnya kita dapat  terlibat dalam pemberantasan pembalakan
         ada. Ia berharap tidak ada lagi   merehabilitasi lahan hutan dengan luasan  liar terkadang kurang efektif dalam
         permasalahan alih fungsi hutan seperti  areal yang cukup untuk bisa mengejar  melakukan tugas. Tumpang tindih tugas
         hutan lindung yang terkena dampak  begitu tingginya degradasi lahan. Itu harus  menjadi salah satu penyebab tidak efektif
         pembangunan ataupun pengembangan  dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.  instansi dalam melakukan pemberantasan
         wilayah.                             Kerusakan hutan tidak hanya   pembalakan liar.
            “Soal alih fungsi sudah diatur dalam  diakibatkan pembalakan liar dan  “Karena terlalu banyak instansi
         Undang-Undang Kehutanan. Bila alih  kebakaran hutan. Rusaknya kelestarian  kadang-kadang tidak efektif karena
         fungsi sudah mendapat persetujuan maka  hutan juga diakibatkan alih fungsi, dimana  tumpang tindih bahkan kadang justru
         penebangan tidak masuk dalam kategori  banyak hutan yang beralih fungsi menjadi  saling mengandalkan,” katanya.
         pembalakan liar,” katanya.        kebun kelapa sawit.                 Untuk mengatasi tumpang tindih
            Permasalahan yang kerap terjadi   “Ini harus sungguh-sungguh bahwa  tugas dan menghindari saling
         ditengah masyarakat adalah persoalan hak  hutan yang dapat beralih fungsi menjadi  mengandalkan serta saling lempar
         ulayat atau tanah adat. Keberadaan tanah  kebun kelapa sawit itu hutan yang  tanggungjawab antar instansi dalam
         adat di kawasan hutan seringkali  bagaimana dan harus dilaksanakan sesuai  melakukan pemberantasan pembalakan
         menimbulkan perselisihan. Masyarakat  aturan yang berlaku,” tegas Arifin yang  liar perlu diatur dalam Undang-Undang
         adat seringkali berselisih paham dengan  menambahkan begitu juga yang beralih  Pencegahan dan Pemberantasan
         pemilik Hak Pengelolaan Hutan (HPH).  fungsi menjadi Ibukota ataupun  Pembalakan Liar.
         Melalui undang-undang yang melindungi  pemukiman.                     “Kita ingin dalam undang-undang ini
         hutan dari pembalakan, khususnya     Arifin menegaskan satu hal terpenting  koordinasi antar instansi yang berkaitan
         pembalakan liar diharapkan keberadaan  adalah tidak melakukan manipulasi luas  dengan pencegahan dan pemberantasan
         tanah adat tetap terjaga.         alih fungsi. “Jangan mengalihfungsikan  pembalakan liar harus di atur dengan
            “Sekarang ini banyak terjadi konflik di  melebihi batas yang diperlukan,” tegasnya.  sebaik-baiknya,” ungkap Arifin Junaidi.
         masyarakat antara pemegang HPH       Lebih jauh Ketua Komisi IV DPR   Pencegahan dan pemberantasan
         dengan masyarakat yang merasa     Arifin Junaidi menilai harus ada pengkajian  pembalakan liar tidak hanya semata untuk
         mempunyai Hak Ulayat. Jadi hal-hal  kritis tentang alih fungsi hutan. Tidak hanya  melestarikan hutan. Lebih dari itu, dengan
         seperti itu (perselisihan) tidak terjadi lagi,”  yang diperuntukan bagi pengembangan  adanya pencegahan dan pemberantasan
         ujarnya.                          wilayah ataupun pemukiman tapi juga  pembalakan liar, diharapkan masyarakat
                                           lainnya seperti pertambangan. “Alih fungsi  di sekitar hutan yang sampai saat ini masih
         Kebakaran dan Alih Fungsi         hutan untuk pertambangan harus dikaji  tergolong kurang mampu dapat terbantu.
            Pembalakan liar merupakan momok  sesuai dengan perundangan yang berlaku.  “Tentu saja gol dari semua itu adalah
         bagi kelestarian hutan. Selain pembalakan  Kalau itu untuk kesejahteraan rakyat, bila  kesejahteraan rakyat. Kita berharap
         liar, kebakaran hutan juga menjadi salah  deposit pertambangan nilainya lebih besar  dengan lahirnya Undang-Undang
         satu penyebab rusaknya hutan. Untuk  daripada nilai hutan itu sendiri, kenapa  Pencegahan dan Pemberantasan
         mengatasi dan menanggulangi kebakaran  tidak? Tapi jangan mengalihfungsikan  Pembalakan Liar, pembalakan liar dapat
         hutan dibutuhkan sarana yang memadai.  melebihi dari yang diperlukan,” katanya.  ditekan seminimal mungkin,” kata Arifin.
            Sarana yang memadai tersebut antara  Untuk dapat menjaga hutan tetap  Kondisi masyarakat di hutan dan yang
         lain tersedianya alat pemadam kebakaran  lestari, khususnya meminimalisir kerusakan  berada di sekitar hutan yang belum
         hutan. Dalam perbincangan dengan  hutan yang diakibatkan kebakaran hutan,  tergolong masyarakat sejahtera menjadi
         Parlementaria,  Arifin  Junaidi   Arifin mengusulkan supaya ada    perhatian Ketua Komisi IV DPR Arifin
         mencontohkan Korea Selatan yang   peningkatan sarana pemadam kebakaran  Junaidi. Ia menilai masyarakat tersebut
         memiliki armada kebakaran hutan yang  hutan yang tentunya didukung anggaran  masih belum merasakan manfa’at dari
         sangat memadai. “Hutan di Korea enam  memadai.                     keberadaan hutan. “Kita berharap golnya
         juta hektar tapi punya armada helikopter                           adalah peningkatan kesejahteraan rakyat,”
         pemadam kebakaran hutan sebanyak  Koordinasi Antar Pihak Terkait   tegasnya. (bs/iw)
         empat puluh delapan unit. Indonesia  Pembalakan liar selain merusak hutan,
         memiliki hutan seluas seratus sepuluh  berbahaya bagi ekosistem dan lingkungan,


                                                                             PARLEMENTARIA TH. XXXIX NO. 67  41
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46