Page 43 - MAJALAH 67
P. 43

LEGISLASI


            Kedua, pengaturan dalam praktek  pemberian gelar, tanda jasa dan tanda  memiliki tugas yang berkaitan dengan
         pemberian gelar dan tanda kehormatan  kehormatan. Sebab jasa dan kontribusi  pemberian gelar.
         saat ini tersebar. Setiap pemberian tanda  yang diberikan seseorang, bukan hanya  Kenyataannya saat ini kewenangan
         kehormatan selalu disertai dengan  berada di lingkup militer, melainkan  pemberian gelar tersebut berada pada
         lahirnya undang-undang atau peraturan  mencakup semua bidang kehidupan  Dewan Tanda-Tanda  Kehormatan.
         pemerintah yang mengatur tanda    berbangsa dan bernegara. Dengan  Dewan Tanda-Tanda  Kehormatan
         kehormatan tersebut.              begitu, gelar, tanda jasa dan tanda  diangkat dan bertanggung jawab
            Saat ini saja, terdapat tidak kurang 2  kehormatan yang diberikan oleh negara  langsung kepada Presiden, sementara
         undang-undang tentang penghargaan  kepada seseorang, benar-benar tepat  Badan Pembina Pahlawan berada di
         dan pemberian tunjangan terhadap  sasaran dan tidak terimbas KKN   bawah    koordinasi    Menteri
         pahlawan, 18 undang-undang dan 39  kekuasaan.                      Kompartemen Kesejahteraan (tetapi
         peraturan perundang-undangan yang    Keempat,  teridentifikasi bahwa  dalam pelaksanaannya digeser hanya
         mengatur pemberian 14 Bintang, 1  kelembagaan   pelaksana   yang   berada di bawah Menteri Sosial).
         undang-undang dan 46                                                      Di sisi lain, Dewan Tanda
         peraturan    perundang-                                                   Kehormatan ini tidak memiliki
         undangan lain yang mengatur                                               sekretariat, berdasarkan Surat
         praktek       pemberian                                                   Edaran yang dikeluarkan oleh
         Satyalancana, serta 7 peraturan                                           Dewan Tanda Kehormatan
         perundang-undangan lain                                                   No.: K/004/BDTK/A.I/1967
         yang mengatur praktek                                                     Bab IV No. 22 disebutkan
         pemberian Samkaryanugraha.                                                bahwa   Dewan    Tanda
            Kenyataan         itu                                                  Kehormatan memiliki Biro yang
         menunjukkan bahwa produk                                                  dipimpin oleh seorang
         hukum yang ada terlalu gemuk                                              Sekretaris Jenderal dan untuk
         dan kurang effektif. Karenanya                                            pelaksanaannya sehari-hari
         dibutuhkan sebuah undang-                                                 Biro   Dewan     Tanda
         undang     yang    lebih                                                  Kehormatan  dipimpin oleh
         komprehensif dan dapat                                                    seorang Kepala Biro, yang
         menjadi payung hukum dalam                                                bertanggungjawab kepada
         praktek pemberian gelar, tanda                                            Sekretaris Jenderal dan masing-
         jasa dan tanda kehormatan.                                                masing diangkat oleh Presiden,
            Ketiga,  jenis  tanda                                                  dan saat ini pelaksanaannya
         kehormatan yang diberikan saat                                            berdasarkan Juklak Nomor:
         ini terlalu banyak dan tanpa                                              JUKLAK/02/III/2000 biro
         batasan kriteria, serta kualifikasi                                       sebagaimana   dimaksud
         yang jelas. Tercatat ada 14                                               tersebut diperbantukan pada
         Bintang, 32 Satyalancana, dan                                             Sekretaris Militer secara  ex
         3 Samkaryanugraha yang    Wakil  Ketua Pansus RUU tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda  officio.
         pernah diberikan.         Kehormatan (GTK)  H. Mardjono (F-PDIP)          Kelima,   ketidakjelasan
            Meskipun untuk saat ini                                                konsepsi gelar, tanda jasa dan
         tidak lagi diberikan Bintang Garuda,  memberikan gelar, tanda jasa dan tanda  tanda kehormatan. Berbagai peraturan
         Bintang Sewindu APRI, Satyalancana  kehormatan tidak berfungsi optimal dan  perundang-undangan saat ini tidak
         GOM, Satya Dharma (Trikora), Wira  tumpang tindih. Saat ini praktek  menyebutkan secara tegas batasan yang
         Dharma (Dwikora), Yudha Tama KKO-  pemberian gelar, tanda jasa dan tanda  jelas tentang pengertian gelar, tanda jasa
         AL, Seroja, dan beberapa Satyalancana  kehormatan ditangani oleh dua lembaga,  dan tanda kehormatan.
         lain yang dibentuk berdasarkan event  pemberian tanda kehormatan di bawah  Gelar, tanda jasa dan tanda
         atau peristiwa yang terjadi.      tugas dan wewenang Dewan Tanda-  kehormatan adalah penghargaan yang
            Dengan jumlah jenis tanda      Tanda Kehormatan, sedangkan      diberikan kepada seseorang atas jasa-
         kehormatan yang begitu banyak dan  pemberian gelar di bawah tugas dan  jasanya kepada bangsa dan negara.
         peruntukannya kebanyakan untuk    wewenang Badan Pembina Pahlawan.  Gelar adalah penghargaan negara yang
         militer, maka dikhawatirkan akan     Namun ada ketidaksesuaian     diberikan Presiden kepada seseorang
         mengurangi makna tanda kehormatan  mekanisme dalam pemberian gelar,  atas perjuangan, pengabdian, dan
         tersebut.                         semestinya berdasarkan Pasal 12  dharma bakti yang luar biasa kepada
            Karena itu, harus ada kriteria dan  Undang-Undang No. 33 Prps. Tahun  bangsa dan negara sebagai pahlawan
         kualifikasi yang jelas, baik dalam  1964, Badan Pembina Pahlawan yang  nasional.
         pembagian jenis maupun dalam praktek  memiliki struktur sampai ke daerah  Sedangkan tanda jasa adalah


                                                                             PARLEMENTARIA TH. XXXIX NO. 67  43
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48