Page 42 - MAJALAH 67
P. 42

LEGISLASI


            RUU Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan :

            Menyederhanakan Pemberian Gelar Secara



            Proporsional dan Transparan




            Di dalam UUD 1945 hasil amandemen, khususnya Bab III               Undang No. 4 Drt Tahun 1959:
            tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara, pada Pasal 15               “Keputusan Presiden tersebut dalam ayat
                                                                               (1) dan (2) ditanda tangani serta oleh
            dinyatakan bahwa Presiden memberi gelar, tanda jasa,
                                                                               Perdana Menteri”.
            dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dalam undang-              Di sisi lain, praktek pemberian gelar
            undang. Ketentuan itu secara jelas mengamanatkan                   pahlawan dinaungi oleh Undang-
            pembentukan sebuah undang-undang yang mengatur                     Undang No. 33 Prps. Tahun 1964
            kewenangan presiden untuk memberikan gelar, tanda                  tentang Penetapan Penghargaan dan
                                                                               Pembinaan Terhadap Pahlawan yang
            jasa, dan lain-lain tanda kehormatan.
                                                                               berasal dari Peraturan Presiden dan
                                                                               disahkan menjadi undang-undang
                                                                               melalui Undang-Undang No. 5 Tahun
                     erubahan pasal tersebut  Undang-Undang dan peraturan      1969 tentang Pernyataan Berbagai
                     dilakukan berdasarkan    pemerintah lain yang menjadi turunan  Penetapan Presiden dan Peraturan
                     pertimbangan agar Presiden  dari Undang-Undang di atas.   Presiden sebagai Undang-Undang.
            P dalam memberikan berbagai                                           Di dalam Undang-Undang No. 33
            gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan  Perlu dibenahi             Prps. Tahun 1964 misalnya dijumpai
            kepada siapapun (baik warga negara  Berdasarkan kajian yang telah  penyebutan istilah Presidium kabinet,
            Indonesia, warga asing, kesatuan,  dilakukan terhadap praktek pemberian  Menteri Koordinator Kompartimen
            organisasi  maupun    lembaga)    gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan  Pertahanan/Keamanan dan Menteri
            berdasarkan pertimbangan yang obyektif  saat ini, ternyata ditemukan beberapa  Koordinator  Kompartimen
            yang disandarkan atas undang-undang  masalah yang perlu dibenahi dalam hal  Kesejahteraan, Departemen Angkatan
            yang dalam konstitusi kita merupakan  pemberian gelar, tanda jasa dan tanda  Darat, Laut, Udara dan Kepolisian,
            dasar hukum kedua setelah UUD 1945.  kehormatan ke depan.          Departemen Perburuhan, Ketua Panca
               Dengan adanya undang-undang      Beberapa hal tersebut, antara lain:  Tunggal, dan Front Nasional, baik di
            yang mengatur pemberian  gelar, tanda  Pertama, terjadinya perubahan sistem  dalam konsideran mendengar maupun
            jasa dan lain-lain tanda kehormatan oleh  ketatanegaraan. Praktik pemberian  dalam Pasal 10 dan Pasal 11.
            Presiden, maka diharapkan pemberian  tanda kehormatan saat ini dinaungi oleh  Ketidaksesuaian juga dapat dilihat
            gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda  Undang-Undang Nomor 4 Drt. Tahun  dari pergeseran peran dari Menteri
            kehormatan tersebut berjalan secara  1959 tentang Ketentuan-Ketentuan  Koordinator  Kompartimen
            transparan, obyektif, dan dapat   Umum mengenai  Tanda-Tanda       Kesejahteraan sebagai Ketua Umum
            dipertanggungjawabkan.            Kehormatan.                      Badan Pembina Pahlawan Pusat
               Sejak masa kemerdekaan hingga saat  Undang-undang Nomor 4 Drt.  kepada Menteri Sosial dalam teknis
            ini, pemberian tanda-tanda kehormatan  Tahun 1959 tersebut berasal dari  pelaksanaan tugas Badan Pembina
            dan penghargaan bagi pahlawan telah  undang-undang darurat yang disahkan  Pahlawan. Sementara itu, praktek
            diatur dalam berbagai peraturan   menjadi undang-undang melalui    pemberian dalam jenis tanda jasa belum
            perundang-undangan. Ada beberapa  Undang-Undang No. 1 Tahun 1961.  pernah diberikan. Sebab tanda jasa
            undang-undang yang mengatur       Tetapi pengesahan undang-undang  sering disamakan jenisnya dengan tanda
            pemberian tanda-tanda kehormatan  tersebut, tidak dibarengi dengan  kehormatan.
            dan penghargaan bagi pahlawan yaitu,  penyesuaian terhadap perubahan  Padahal jika mengingat Pasal 15
            Undang-Undang Nomor 4 Drt Tahun   susunan ketatanegaraan.          UUD Tahun 1945, maka baik gelar,
            1959 tentang Ketentuan-Ketentuan     Padahal Undang-Undang No. 4 Drt.  tanda jasa dan tanda kehormatan berdiri
            Umum Mengenai T anda-             Tahun 1959 tersebut dibuat masih  sendiri dan memiliki jenisnya masing-
            Tanda Kehormatan, Undang-Undang   dalam kekuasaan dan suasana Undang-  masing. Artinya ke depan, pemberian
            Nomor 33 PRPS 1964 tentang        Undang Dasar Sementara Tahun 1950.  jenis tanda jasa harus diadakan agar
            Penetapan    Penghargaan   dan    Salah satu ketidaksesuaian ini dapat  sesuai dengan amanat konstitusi Pasal
            Pembinaan Terhadap  Pahlawan,     dilihat dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-  15 UUD Tahun 1945.


            42      PARLEMENTARIA TH. XXXIX NO. 67
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47