Page 152 - Kondisi dan Perubahan Agraria di Ngandagan
P. 152

Kondisi dan Perubahan Agraria Desa Ngandagan ...
               kukan pekerjaan dalam pengolahan sawah pada tanah-
               tanah bengkok atau tana milik orang lain. Mereka juga
               turut melakukan pekerjaan pemanenan (derep)
                   Pada masa sekarang ini, di desa Ngandagan sistem
               bagi hasil dilakukan terutama pada tanah sawah daripada
               tanah tegalan. Dewasa ini hampir seluruh tanah tegalan
               ditanami tanaman keras, tidak lagi ditanami tanaman
               pangan dan ini mengakibatkan sistem bagi hasil tidak
               diperlukan pada tanah tegalan, sebab pengerjaan tanaman
               keras itu relatif bisa dilakukan sendiri. Jika membutuhkan
               tenaga pengolahan, pemilik tanah cenderung melakukan
               pengupahan daripada penggarapan bagi hasil.
                   Hal ini berbeda sekali pada permulaan abad 20. Di
               Karesidenan Kedu yang kemungkinan juga berlaku di
               Ngandagan, sistem bagi hasil berlangsung pula di tanah
               tegalan dan perkarangan. Para pemilik tanah menyediakan
               tanah tegalan dan perkarangan untuk ditanam dengan
               tanaman pangan seperti kelapa, jagung dan singkong. 55
               Para tunakisma dan penggarap kecil tanah mengurus
               tanah perkarangan dan tegalan yang disediakan oleh
               pemberi sistem bagi hasil ini. Dengan beragamnya ruang
               agroekologi dipergunakan untuk sistem bagi hasil berarti
               beragam pula pendapatan dalam natura yang dihasilkan
               oleh tunakisma dan penggarap tanah kecil.





                   55  Untuk hal ini, lihat, Scheltema., op.cit., hlm. 284-285.

                                                             131
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157