Page 241 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 241

Ahmad Nashih Luthfi


               bergerak non-reflektif dan kritis, maka akan sangat mungkin jalur
               cepat akan ditempuhnya: non-partisipasi. Mereka menjadi
               perpanjangan tangan dari pelaksana program, yang dilakukan
               secara aplikatif dan tidak melibatkan masyarakat berpartisipasi
               dari mulai ide, proses, pelaksanaan, hingga evaluasinya.
                   Kaji Tindak Partisipatif inilah juga yang oleh Sajogyo Insti-
               tute, satu lembaga yang diniatkan meneruskan cita-citanya, men-
               jadi pedoman dalam melakukan riset, sesuatu yang dirasa sangat
               sulit dilakukan.
                   Masuknya sosiologi ala Sajogyo ke hampir semua kotak
               dalam tabel di atas tidak berarti menjadikan kategorisasi Kleden
               tidak berguna, namun menunjukkan bahwa kategorisasi yang
               dibuat itu tidak tepat. Sekaligus membuktikan bahwa kegiatan
               kelimuwan ala Sajogyo tidak tepat dikategorisasi mengikuti
               pengalaman kegiatan ilmiah sebagaimana yang ada di Barat, atau
               setidaknya dalam ikhtisar Juergen Habermas sebagaimana yang
               dirujuk Ignas Kleden.
                   Pilihan imajinasi sosiologis dan metodologi Sajogyo di atas
               itulah yang menjadi penting dalam membangun body of knowledge
               disiplin ilmu sosiologi di IPB khususnya, dan Indonesia umum-
               nya. Menjadikan sosiologi relevan pada kenyataan sosial ter-
               utama lapis bawah masyarakat Indonesia, mampu menjelaskan,
               dan juga mampu mengubah kenyataan sosial yang timpang ada-
               lah ciri khas dari “bangun pengetahuan sosiologi Indonesia ala
               Sajogyo”. Dalam proses memahami dan mengubah kenyataan
               sosial itulah, baginya, tidak cukup dilihat dari satu segi disiplin
               ilmu secara ketat dan cara pandang satu pihak tertentu belaka,
               namun dibutuhkan interdisiplineritas dan kerjasama antar
               berbagai pihak dan aktor: rakyat itu sendiri, ilmuwan, pemerin-
               tah, dan usahawan.
                   Dengan kata lain, sosiologi terapan ala Sajogyo adalah upaya
               “Indonesianisasi ilmu sosial (sosiologi)”, sebagaimana dalam pe-
               ngalaman historiografi Indonesia, mengalami proses Indonesia-





               188
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246