Page 238 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 238
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Tabel 12. Pengelompokan Jenis Ilmu 134
Praktek Interest Sifat Jenis Pengeta Akses Tujuan
Ilmu Ilmu huan yang pada
Dihasilkan Realitas
Kerja Teknis empiris- ilmu alam informasi observasi Penguasa-
analitis dan ilmu (3) an teknis
(1) sosial
empiris
(2)
komuni- Praktis historis- humanio- interpretasi pemaham Pengem-
kasi hermeu- ra an arti bangan
netis (5) melalui intersuby
(4) bahasa ektifitas
kekua- Emansi- sosial- ekonomi, analisa self- Pembeba-
saan patoris kritis sosiologi, reflection san
(6) (7) (8) politik (10) kesada-
(9) ran non-
reflektif
(11)
Ket: Yang bergaris bawah menjelaskan dimana letak “sosiologi ala Sajogyo”.
Riset-riset Sajogyo di berbagai kelembagaan yang ia geluti
(SAE, LPSP, PSP, Sosped-IPB) adalah riset empiris-analitis (1),
berdasarkan survei dan juga wawancara kualitatif. Akses pada
realitas yang ditelitinya adalah melalui observasi (3), terjun ke
tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini jenis ilmunya adalah
ilmu sosial empiris. Tidak berhenti pada tujuan penguasaan
teknis, namun pengetahuan yang didapatkan dari lapangan
(dalam kasus mikro) ia bandingkan, abstraksikan ke tingkatan
lebih luas guna mendapatkan analisa (1) yang sifatnya makro.
Metode perbandingan yang ia lakukan tidak hanya antara satu
kasus dengan kasus lainnya (kewilayahan) namun juga memban-
ding antara satu kasus dalam rentang periode yang berbeda atau
historis (4). Kesadaran historis ini tampak dalam kajian pemu-
lanya tentang Cibodas dan Lampung (bagaimana terbentuknya
masyarakat itu, strategi lapis bawah masyarakatnya dari tahun ke
tahun), juga ketika membanding jumlah petani miskin dari tahun
134 Ignas Kleden, “Teori Ilmu Sosial sebagai Variabel Sosial: suatu Tinjauan
Filsafat Sosial”, dalam Ignas Kleden, Sikap Ilmiah dan Kritik kebudayaan, (Jakarta:
LP3ES, 1987), hal. 36. Kategorisasi di atas oleh Kleden merupakan ikhtisar
epistemologi Juergen Habermas. Meski demikian, sebagaimana dinyatakan
Kleden, ikhtisar diadopsi secara bebas sehingga ia yang bertanggung jawab atas
pengkategorisasiannya.
185

