Page 234 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 234
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
sasi yang berlangsung. Sosiologi dimaksudkan untuk mengetahui
mengapa muncul residu semacam itu.
Dalam proses pembangunan di Indonesia, masyarakat mo-
dern yang hendak dicapai sebagai cita-cita tunggalnya, golongan
petani dan masyarakat adat dilihat pula secara negatif, sebagai
masyarakat yang “tertinggal”, “residu” dari proses pembangunan.
Pengalaman berdirinya sosiologi pedesaan di IPB juga berada
dalam konteks “pembangunan pertanian”. 124 Namun bagaimana
dengan posisi studi sosiologi pedesaan di IPB dalam melihat pro-
ses itu?
Dapat dikatakan bahwa kemunculan sosiologi pedesaan di
IPB adalah pelembagaan atas pengalaman partikular Sajogyo.
Sebagaimana diurai di bab sebelumnya (Bab IV), ilmu sosial di
Indonesia (sosiologi) tidak pernah menjadi perhatian utama da-
lam sejarah ilmu pengetahuan di Indonesia sejak masa kolonial.
Periode sebelum perang hingga tahun 1940-an tidak memberikan
pengalaman secara langsung ataupun tidak langsung pada
Sajogyo dalam merintis bidang sosiologi di Indonesia.
Pengalamannya selama kuliah di Fakultas Pertanian UI,
belajar dari Prof. W. J. Timmer, Prof. Teko Sumodiwiryo, dan
hasil bacaan jurnal-jurnal antropologinya, menempatkan sosio-
logi pedesaan yang dibangunnya sebagai ilmu yang bersifat emic,
deskriptif, pengorganisasian, dan preskriptif. 125
Disebut emic sebab “…tentulah kita, orang-orang luar
(misalnya penyuluh) mesti lebih dulu mengenal petani itu, makh-
luk sosial yang punya cita-cita, motivasi, dan rasa kepentingannya”. 126
Melalui cita rasa antropologi yang memadai, dan pengalaman
Sajogyo mempelajari Totale Landbouw, sosiologi pedesaan yang
dikembangkannya di IPB sesungguhnya bersifat “hibrid”,
campuran sosiologi warisan negara industri dengan psikologi
sosial, dan ilmu ekonomi pertanian. Di sinilah Sajogyo gencar
124 Sajogyo, Ibid., hal. Ix.
125 Kesimpulan ini disarikan dari Sajogyo, Ibid.
126 Ibid., hal. ix dan xv. Penekanan oleh penulis, ANL.
181

