Page 233 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 233
Ahmad Nashih Luthfi
selama Orde Baru yang dijalankan secara top-down. 121 Kutipan di
awal sub-bab ini menegaskan posisinya.
Menurut refleksinya, pembangunan yang berjalan selama
Orde Baru dalam kenyataannya hanya memperkuat posisi negara
di hadapan massa-rakyatnya. Padahal semestinya, negara ber-
fungsi sebagai pelayan/pengurus bagi terjaminnya keadilan sosial,
pelindung (protector) dari kekuatan luar maupun dalam negeri
yang dapat meminggirkan posisi rakyat sebagai warganegara yang
sudah menjadi haknya mendapat perlindungan.
Menurut Sajogyo, fungsi negara selanjutnya adalah sebagai
pembebas (liberator). Penyelenggaraan pemerintah, pilihan-
pilihan program dan kebijakannya sudah semestinya berfungsi
membebaskan rakyatnya, bukan semakin membuat rakyatnya
tergantung (dependent), atau malah terpasung kebebasannya. 122
Hal senada dinyatakan oleh peraih nobel ekonomi, Amartya Sen,
sebagaimana dikutip di muka. Program-program karitatif
semacam BLT misalnya, sama sekali bukanlah peran negara yang
tepat. Ia hanya dapat dibenarkan dalam kondisi darurat
(bencana) atau dilakukan oleh perseorangan, dan bukan oleh
negara. Namun anehnya, ketika rakyat benar-benar sedang
tertimpa bencana, negara serasa tidak hadir di sana.
K. Sosiologi Pedesaan IPB: Indonesianisasi Ilmu Sosial
Studi sosiologi di Barat (Inggris kontinental) pada mulanya
bertujuan untuk melakukan studi atas masalah sosial akibat
revolusi industri pada abad 19. 123 Orang miskin, pengangguran,
imigran, penjahat, pengemis, istri yang ditinggal pergi suami,
pelacur, orang jalanan, dianggap “residu” oleh proses industriali-
121 Sajogyo, 1993, loc.cit.
122 Tiga fungsi dan peran negara ini dinyatakan dalam Sajogyo, “Pendidi-
kan, Ilmu Pengetahuan dan Pemberdayaan”, draf makalah untuk seminar AIPI,
2004, hal. 6-8.
123 E. Shils, Sociology: Key Topics of Study, dikutip dari Sajogyo, “Kata
Pengantar, Panen Dua Puluh Tahun SPD di IPB, Bogor”, dalam Sajogyo, dkk,
Panen 20 tahun: Ringkasan Tesis-Disertasi 1975-1994; Studi Sosiologi Pedesaan
Program Pasca Sarjana IPB (Bogor: Dokis, ISI Bogor, PERHEPI, dan YAE, 1996),
hal. viii.
180

