Page 231 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 231
Ahmad Nashih Luthfi
Salah satu temuan yang sering dirujuk adalah tentang “teori
permintaan tenaga kerja”. Ringkasnya, berbagai kelas yang
berbeda dalam struktur agraria pedesaan di Jawa Barat merespon
secara berbeda permintaan tenaga kerja di luar pertanian. Bagi
golongan petani pemilik lahan luas, mereka akan menginvestasi-
kan surplus pertaniannya dalam aktivitas non-pertanian sebagai
“strategi akumulasi modal”. Golongan rumah tangga menengah
melakukannya sebagai “strategi konsolidasi”. Sementara bagi
golongan rumah tangga marjinal atau tunakisma (landless), pe-
nyaluran itu berfungsi sebagai “strategi subsistensi”. 118
Pemetaan itu sebenarnya diambil dari peta diferensisasi yang
sering dibuat Sajogyo tentang masyarakat tani. Ada lapisan
lemah, lapisan menengah, dan lapisan atas masyarakat tani yang
merespon secara berbeda-beda program pemerintah saat itu
(BIMAS). Jika pembangunan ekonomi harus diarahkan, maka
menurutnya, pembangunan itu harus diorientasikan ke arah
partisipasi golongan yang terlupakan dalam pembangunan. Mere-
ka harus diorganisir (bukan malah dibiarkan “mengambang”)
dalam proses pembangunan. Maka partisipasi menjadi penting
artinya, tidak hanya menjadikan mereka sebagai “obyek program
pemerintah” melalui berbagai satuan yang dibentuk dari pusat
itu (UDKP dan sebagainya). Inilah kritik Sajogyo memasuki
Repelita kedua kala itu. 119
Kesimpulan itu menegaskan analisa lama Sajogyo. Dalam
kata pengantar buku Geertz, Involusi Pertanian, Ia membantah
Ekonomi Modern Indonesia: Berbagai Tantangan Baru (Jakarta: LP3ES, 2000), hal.
160-161. Selain Soegijanto Padmo, sejauh penulis ketahui dari kuitansi yang
masih tersimpan, dari pihak Sejarah UGM yang terlibat adalah Machmoed
Effendhie.
118 Ben White, “Economic Diversification and Agrarian Change in Rural
Java”, dalam Paul Alexander, Peter Boomgaard, Benjamin White (Eds.), In the
Shadow of Agriculture: Non-farm Activities in the Javanese Economy Past and Present
(Amsterdam: Royal Tropical Institute, 1991), hal. 41-69.
119 Sajogyo, “Pokok-pokok Pemikiran tentang Sistem Ekonomi di Indone-
sia: Ke Arah Partisipasi Lebih Nyata Golongan yang Masih Tersisihkan dalam
Pembangunan Desa”, naskah 38 hal., tp., Oktober, 1976. Dalam versi lain, peta
diferensiasi ini diulas Sajogyo kembali dalam tulisan yang terbit di majalah
Prisma, April, 1978.
178

