Page 236 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 236

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                   in both centres and second the predominant tendency towards topics that
                   basically validate the prevailing New Order rural development models and
                   strategies”. 128

                   Mengenai penguasaan tanah dan hubungan agraria, hanya
               ada satu yang cukup menonjol, yakni tesis Moh. Amaluddin
               berjudul “Kemiskinan dan Polarisasi Sosial: Studi Kasus di Desa
               Bulugede, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah”. Dalam kajiannya
               ini, Amaluddin dapat menunjukkan kesenjangan luas penguasaan
               tanah yang cukup tajam (indeks gini 0,60). Penguasaan tanah
               merupakan faktor penentu dalam gengsi sosial. Meski peka
               terhadap aspek penguasaan tanah, namun riset ini menghasilkan
               kesimpulan, “keeratan hubungan antara gaya hidup dan luas
               penguasaan tanah ternyata tidak membangkitkan pelebaran jarak
               sosial antar lapisan petani”. 129
                   Memang benar bahwa Sajogyo dan Sediono M.P. Tjondro-
               negoro sebagai perintis dalam Sosiologi Pedesaan IPB, belum
               sempat “menulis buku teks yang menjelaskan prinsip-prinsip
               dasar sosiologi pedesaan ala IPB”,  130  namun bukan berarti Sajog-
               yo tidak menjelaskan posisi/pilihan teoretisnya, sebagaimana
               yang banyak dituduhkan selama ini. 131
                   Jika yang dimaksud dengan teori adalah “pernyataan-
               pernyataan yang sangat umum sifatnya mengenai keteraturan
               hubungan-hubungan segala yang terdapat di dunia ini, yang
               memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat meramal dan
               menjelaskan berbagai fenomena yang kita temukan”,  132  maka


                   128  Ben White, 2005, op.cit., hal. 124.
                   129  Dikutip dari Sajogyo, 1996, op.cit., hal. 194-195.
                   130  Ben White, 2005, op.cit., hal. 128.
                   131  Misalkan komentar Satyawan Sunito dalam diskusi membahas proposal
               tesis penulis (ANL), KPM-IPB, Bogor, 4 Juni, 2007, atau Ivanovich Agusta yang
               menyebut bahwa metodologi Sajogyo adalah realisme-pragmatis. Ivanocich
               Agusta, “Realisme Sosiologi Pembangunan Desa: Membaca Paradigma dan Teori
               Sajogyo”, dalam Francis Wahono (Ed.), op.cit., hal. 490. Kritik terakhir ini
               mendapat bantahan keras oleh Francis Wahono. Ibid., hal. xi
                   132  Keat dan Urry, 1980, hal. 4, dikutip dari Gunawan Wiradi, Metodologi
               Studi Agraria (Bogor: Sajogyo Institute dan IPB, 2009), hal. 7. Kamus Oxford
               Leaners Pocket mendefiniskan “theory” sebagai, “set of reasoned idea intended to
               explain facts or evens”.
                                                                        183
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241