Page 227 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 227

Ahmad Nashih Luthfi


               Dengan logika semacam inilah, pembangunan Orde Baru dijalan-
               kan.
                   Berbagai studi wanita di LPSP bermuara pada banyaknya
               tesis-disertasi yang ditulis dengan tema “peranan wanita” di
               bidang sosiologi pedesaan di IPB selama periode 1975-1994.


               I.  Membuka Celah Pemerintah Daerah
                   Pada tahun 1974 hingga 1978, Sajogyo dan Tim LPM-IPB
               bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Sukabumi dalam merin-
               tis adanya lembaga riset perencanaan antar bidang di tingkat ka-
               bupaten.
                   “Tahun 1970-an melakukan kerja sama dengan Kabupaten
                   Sukabumi.  Permintaan  Bupati  Sukabumi  untuk  menyusun
                   Bapemka. Bupatinya [akhirnya] ketahuan oleh Gubernur Jawa
                   Barat, ‘Ini kok bupatinya sering ngomong, bagus’. Atas dasar itu, ia
                   mendapat penghargaan. Tim yang terlibat 3 orang, semuanya
                   akhirnya menjadi rektor. Margono Slamet, dari Penyuluhan
                   Peternakan, akhirnya menjadi Rektor Universitas Lampung, dan
                   Andi Hakim Nasution, matematikawan, Rektor IPB”.


                   Badan Perencana Masyarakat Kabupaten (Bapemka) meru-
               pakan cikap bakal dari Badan Perencana Pembangunan Daerah
               (Bappeda). Keberhasilan Bapemka di Sukabumi menginspirasi
               didirikannya Bappeda di hampir semua kabupaten di Indonesia.
               Lembaga ini langsung berada di bawah Bupati, berfungsi sebagai
               badan perencana daerah lintas sektor dalam pembangunan
               kabupatennya selama satu tahun periode anggaran. Dengan ada-
               nya Bappeda, fungsi perencanaan pembangunan tidak hanya ada
               di level pusat (Bappenas).
                   Namun dalam kenyataannya, selama Orde Baru kerja peren-
               canaan Bapeda lebih menitikberatkan pembangunan ekonomi di-
               banding sektor lainnya. Cara pandang yang digunakan adalah ba-
               gaimana menggenjot sektor-sektor yang potensial untuk mening-
               katkan Pendapatan Asli daerah (PAD). Dengan kata lain, Bap-
               peda merupakan perancang dari pembangunan ekonomi pertum-
               buhan di masing-masing kabupaten.

               174
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232