Page 225 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 225

Ahmad Nashih Luthfi


                   Penelitian-penelitian tentang wanita di lembaga ini ternyata
               tidak jauh berbeda dengan cara pandang WID itu. Meskipun
               kajian ini semula diarahkan pada studi kritis gender, namun
               kemudian mengalami perubahan-perubahan. Dalam studi wanita,
               LPSP memiliki pengalaman selama 6 tahun mulai dari 1978,
               dengan melibatkan lusinan dosen di 15 kampus di Indonesia. Ke-
               giatan penelitian bermula dari perkembangan riset di SAE yang
               masih mewarisi sikap kritis.
                   “Ben White mementingkan survei, disertasinya di Kulonprogo
                   menggunakan itu. Setelah survei, enumeratornya anak-anak SMA.
                   Ini terulang waktu SAE meneliti ‘peranan wanita’ oleh FAO. Ben
                   White bilang jangan SAE saja, lalu saya ajak Bu Pudji.” 105


                    Penelitian LPSP semakin berkembang ketika didanai oleh
               Ford Foundation dan FAO. Pada gilirannya, jaringan yang telah
               terbentuk dari 15 kampus itu dimanfaatkan dalam mendukung
               program “peningkatan peranan wanita” oleh kantor Menteri
               Negara Urusan Peranan Wanita.  106  Pada periode terakhir inilah
               oleh Ben White disebut telah mengalami “penjinakan” dan
               “pengkooptasian”. 107  Pada periode ini pula, pusat-pusat studi
               wanita di kampus-kampus didirikan atas anjuran pemerintah.
               Studi kritis telah menghilang dari ranah itu, terlebih ketika studi
               wanita dikaitkan dengan kepentingan pelaksanaan Keluarga
               Berencana (KB). 108
                   Tampak paling nyata dari wacana ini adalah disertasi yang
               dihasilkan oleh Pudjiwati Sajogyo. Dalam summary disertasinya,
               ia memulai dengan menyatakan bahwa,

                   “Sejumlah kebijakan dan strategi yang bertujuan mengintegrasikan
                   wanita Indonesia ke dalam pembangunan nasional telah diru-


               1995, United Nations Research Institute for Social Development, United
               Nations Development Programme, hal. 2.
                   105  Wawancara dengan Sajogyo, Bogor, 19 November 2008. Dari sinilah
               pula awal keterlibatan Pudjiwati Sajogyo, yang kemudian mencatatkan namanya
               sebagai ahli studi “peranan wanita”.
                   106  Sajogyo, “Mengembangkan Suatu Pusat Studi Pembangunan: Kasus di
               IPB”, makalah ceramah umum di PSP-IPB, 16 Desember, 1993, hal. 12.
                   107  Ben White, op.cit., 129.
                   108  Ibid.
               172
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230