Page 228 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 228

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria



               J.  Pusat Studi Pembangunan: Kritik atas Developmentalism

                   “Development can be seen, it is argued here, as a process of
                   expanding the real freedom that people enjoy... Development
                   requires the removal of major sources of unfreedom: poverty as well
                   as tyranny, poor economic opportunities as well as systematic
                   social deprivation, neglect of public facilities as well as intolerance
                   or overactivity of opressive state”.
                   (Amartya Sen, 1999)

                   “...berlaku pedoman utama bahwa negara, kecuali pelindung
                   (protector) dan pelayan (provider) selayaknya juga berperan sebagai
                   pembebas (liberator) yang memberdayakan golongan miskin, mem-
                   beri peluang dan mendukung mereka mencapai masa depan yang
                   lebih menjanjikan bagi mereka, di dalam ke-bhinekaan dan sesuai
                   pilihan mereka”.
                   (Sajogyo, 2004)

                   LPSP mengalami perubahan pada tahun 1982, ketika diwa-
               jibkan berganti nama menjadi Pusat Studi Pembangunan.
               Berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB, ditetapkan bahwa ha-
               nya ada satu lembaga penelitian di universitas. Pusat-pusat studi
               yang ada harus digabungkan ke dalam satu induk lembaga.
               Dipilih kata “pembangunan” dengan mengacu pada pusat studi
               di Sussex University, Inggris, “Institut of Development Stu-
               dies”. 111  Sebagai tokohnya adalah Prof. Seers. Sajogyo menjelas-
               kan,
                   “Waktu itu kami tak sempat menjelaskan arti ‘pembangunan’ me-
                   nurut apa yang pernah diuraikan oleh Seers (tokoh perintis IDS,
                   Univ. Sussex), tapi berupaya langsung memberi tafsiran sendiri:
                   ...menjelaskan khusunya arti ‘pembangunan pedesaan’.” 112  (garis
                   miring dari penulis, ANL)








                   111  Mengenai peran penting universitas-universitas di Inggris dalam me-
               ngembangkan “development studies” pasca Perang Dingin, telah disinggung
               dalam Bab 3 (catatan kaki No. 11).
                   112  Sajogyo, 1993, op. cit., hal. 1.
                                                                        175
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233