Page 248 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 248
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
kalender Masehi, tanggal lahir ini sama dengan 28 Agustus 1932.
Di beberapa publikasi karya tulisnya, Gunawan Wiradi men-
cantumkan tanggal lahir 26 Maret 1934, agar sesuai dengan yang
tercantum dalam KTP, meskipun ini keliru. Kekeliruan ini bukan
tanpa sebab, melainkan terkait dengan riwayat masa kanak-
kanaknya.
Gunawan Wiradi adalah anak dari pasangan R. Pujo Sas-
trosupodo dan R.A. Sumirah. Ayah ibunya berasal dari keluarga
Kasunanan Surakarta. Ia adalah anak bungsu dari sebelas bersau-
dara, empat laki-laki dan tujuh perempuan, namun lima di anta-
ranya telah meninggal semasa muda. Secara berurutan saudara-
nya itu adalah Raden Ngabehi Jayayuwana, Raden Nganten Ni-
tipurwaka, Raden Nganten Mangunsawardi, Raden Nganten Sa-
srawiryono, dan Raden Parijan. Kesemua saudaranya kini telah
tiada. 4
Sebagai anak bungsu, barangkali wajar jika Gunawan Wiradi
kecil menjadi “anak manja”. Namun, kenyataannya tidaklah de-
mikian. Pada umur satu setengah tahun, ayahnya meninggal.
Ayah yang menjadi tulang punggung keluarganya, dengan sege-
nap keistimewaan seorang priyayi itu, tiba-tiba tidak lagi hadir di
tengah-tengah keluarga. Sang ibu, janda dengan banyak anak,
menanggung beban berat. Sekalipun semula merupakan keluarga
mampu dan terpandang, dengan meninggalnya sang ayah, maka
dalam tempo sekitar lima tahun tepat saat si bungsu seharusnya
masuk sekolah, ekonomi keluarga ini terpuruk.
Gunawan Wiradi sempat dimasukkan ke sekolah Belanda,
HIS “Prins Bernard School” di Solo. Untuk bisa masuk ke seko-
lah ini, ada dua syarat yang harus dipenuhi: keturunan bangsa-
wan dan ayahnya bergaji minimal 50 gulden. Ini merupakan
5
ketentuan HIS “Prins Bernard School” di vorstenlanden. Berang-
kat ke sekolah, Gunawan Wiradi ditemani oleh 3 pembantu (2
perempuan dan 1 laki-laki) dengan tugas berbeda-beda. Ketika
4 Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 28 Februari, 2009.
5 Endang Suhendar, “Sekelumit Tentang Gunawan Wiradi”, dalam Endang
Suhendar, dkk., Menuju Keadilan Agraria: 70 Tahun Gunawan Wiradi (Bandung:
AKATIGA, 2002), hal. xii.
195

