Page 265 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 265
Ahmad Nashih Luthfi
kum kolonial (Barat) dan tidak dikenal dalam hukum adat. Pe-
ngalaman ini merupakan ketertarikan awal pada isu-isu agraria.
Hal lain yang diingatnya, tugas senat saat itu adalah
membela kepentingan mahasiswa yang terkait dengan masalah
internal di luar persoalan yang telah di-cover oleh organisasi eks-
tra. Tugas lainnya adalah menjadi mediator hubungan dosen de-
ngan mahasiswa, terutama persoalan pengajaran.
Peralihan dari sistem Belanda ke sistem Amerika membawa
dampak mendasar bagi pengajaran di kampus Bogor ini. Dengan
dibatalkannya perjanjian KMB tahun 1957, banyak dosen-dosen
berkebangsaan Belanda dipulangkan. Akibatnya, terjadi kekoso-
ngan pengajaran sekitar setengah tahun. Pada tahun 1958 kam-
pus mulai diisi dosen kontrak jangka pendek. Mereka berasal dari
Perancis dan Jerman, bahkan terdapat dosen bekas pilot tentara
nazi yang mengajar meteorologi. Untuk menyetabilkan peng-
ajaran, pada tahun ini pula datang rombongan dari Kentucky
University Team (Kenteam). Mereka datang dalam konteks
kerjasama antar-universitas, dalam rangka membantu univeritas-
universitas di Indonesia. 41
Kondisi serupa terjadi juga di beberapa kampus disusul
kehadiran staf pengajar universitas dari Amerika guna memberi
bantuan pengajaran. UI Jakarta, misalnya, kerjasama dengan
Berkeley University, ITB dengan California University, sementa-
ra UGM bekerjasama dengan Wisconsin University. Pada
gilirannya, kerjasama ini didanai oleh Ford Foundation. 42
Pendidikan Amerika mempunyai misi politis tertentu.
Misinya mencegah agar jangan sampai pendidikan di negara-ne-
gara pascakolonial berkembang menuju arah komunis. Kenteam
jelas mengemban misi politik semacam itu. Kentucky University
saat itu dipilih karena universitas inilah yang memiliki studi
sosiologi pedesaan. 43
41 Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 19 November 2008.
42 Mengenai kerjasama ini simak, Goenawan Mohamad dkk. Menyambut
Indonesia, Lima Puluh Tahun bersama Ford Foundation, 1953-2003 (Jakarta: Ford
Foundation dan Equinox Publishing, 2003).
43 Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 19 November 2008.
212

