Page 260 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 260

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                   Karena kota Solo saat itu dianggap sebagai kota kebudaya-
               an, generasi Gunawan Wiradi walaupun di Bagian B, sempat juga
               menerima pelajaran mengenai berbagai hal dalam mata ajaran
               “pengetahuan umum”, yang barangkali dapat disebut sebagai
               bagian ilmu-ilmu sosial. Misalnya, apa yang jauh di belakang hari
               dikenalnya sebagai “sociology of love”. Saat itu ia telah menerima
               pengetahuan tersebut sejak SMA, misalnya tentang “brotherly-
               love”, “platonic love”, “romantic love”, “sexual love”, dan “conjugal
               love”. 32
                   Sewaktu masa sekolah di SMA, Gunawan Wiradi juga men-
               jadi anggota Youth of All Nations (YOAN) yang bermarkas di
               Washington. Dia mempunyai sejumlah “pen-friends” dari ber-
               bagai bangsa (Jerman, Australia, Amerika, dan lain-lain), yang
               dengan itu ia dapat melatih diri berbahasa asing. Pengalaman ini
               dirasakan berguna ketika ia terlibat sebagai panitia Kongres
               Mahasiswa Asia Afrika, 1956.


               C. Menjadi Mahasiswa Aktivis
                      Tahun 1953 Gunawan Wiradi tamat SMA. Ia ingin me-
               neruskan ke Akademi Dinas Luar Negeri. Ia tertarik dengan aka-
               demi tersebut sebab setelah lulus bisa menjadi duta. Tetapi pili-
               han itu tidak disetujui oleh pamannya karena dinilai hanya ting-
               kat akademi, bukan universitas. Gunawan Wiradi memilih Uni-
               versitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran. Setiba di kampus
               UGM yang masih menumpang di keraton, ia mandapati kondisi
               kapus yang begitu memprihatinkan, laboratoriumnya bekas garsi
               dan ruang kuliah yang penuh sarang laba-laba. Ia menganggap
               sekolah SMP atau SMA-nya jauh lebih bagus dibanding kampus
               itu, sehingga ia urung masuk. Kemudian ia berkirim surat ke
               Kedokteran UI, Jakarta. Ia mendapat balasan bahwa beasiswa
               baru bisa diperoleh pada semester 3 dan keterangan tentang







                   32  Ibid.
                                                                       207
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265